Sopir Taksi Green SM yang Terlibat Kecelakaan KRL di Bekasi Baru Kerja 2 Hari

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Kondisi taksi listrik yang rusak usai mengalami kecelakaan dengan KRL Commuter Line di Bekasi Timur, Bekasi, Jawa Barat, Selasa (28/4/2026). Foto: Iqbal Firdaus/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Kondisi taksi listrik yang rusak usai mengalami kecelakaan dengan KRL Commuter Line di Bekasi Timur, Bekasi, Jawa Barat, Selasa (28/4/2026). Foto: Iqbal Firdaus/kumparan

Polisi terus mendalami kasus kecelakaan KRL tabrak taksi listrik Green SM di perlintasan sebidang Ampera, Bekasi Timur. Terbaru, polisi mengungkap fakta mengenai latar belakang sang sopir berinisial RRP.

Kecelakaan taksi dan KRL itu, memicu tabrakan KA Argo Bromo Anggrek dengan KRL jurusan Cikarang di Stasiun Bekasi Timur.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto, menyebut bahwa RRP merupakan karyawan baru di perusahaan taksi tersebut. Saat kecelakaan terjadi pada Senin (27/4), ia baru bekerja selama dua hari.

“Dari hasil keterangan driver ataupun sopir taksi online yang sudah dimintai keterangan bahwa yang bersangkutan baru bekerja itu semenjak tanggal 25 April 2026,” kata Budi di Monas, Jakarta Pusat, Kamis (30/4).

RRP juga mengaku hanya mendapatkan pelatihan singkat selama satu hari sebelum diterjunkan ke jalan raya. Pelatihan tersebut pun hanya sebatas pengenalan fitur dasar mobil listrik.

Petugas mengevakuasi gerbong KRL Commuterline usai bertabrakan dengan KA Argo Bromo Anggrek relasi Gambir-Surabaya Pasar Turi di Stasiun Bekasi Timur, Bekasi, Jawa Barat, Selasa (28/4/2026). Foto: Iqbal Firdaus/kumparan

“Jadi terkait tentang bagaimana mengendarai, cara menghidupkan kendaraan tersebut, ini baru pengenalan dasar itu dilakukan satu hari. Nah, bagaimana menyalakan, mematikan mobil serta cara lampu sein, parkir dan lain-lain. Ini terjadi, ini masih didalami oleh teman-teman penyidik,” ujar Budi.

Hingga saat ini, RRP telah menjalani dua kali pemeriksaan pada Selasa (28/4) dan Rabu (29/4). Meski begitu, statusnya masih sebagai saksi.

Adapun, Kecelakaan maut yang terjadi pada Senin (27/4) malam ini menyisakan duka mendalam dengan total 16 orang meninggal dunia dan puluhan lainnya luka-luka.

Peristiwa ini dipicu oleh mogoknya taksi Green SM di tengah perlintasan sebidang akibat gangguan sistem kelistrikan. Mobil tersebut kemudian dihantam oleh KRL yang melintas.

Imbas dari kecelakaan pertama, satu rangkaian KRL tujuan Cikarang terhenti darurat di Stasiun Bekasi Timur. Nahas, dalam posisi berhenti tersebut, rangkaian KRL justru ditabrak dari belakang oleh KA Argo Bromo Anggrek.