Sosok Pengebom Kereta St Petersburg Tertangkap Kamera

kumparanNEWSverified-green

clock
comment
4
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Terduga pelaku bom Rusia (Foto: 5th Channel Russia/via Reuters)
zoom-in-whitePerbesar
Terduga pelaku bom Rusia (Foto: 5th Channel Russia/via Reuters)

Pemerintah Rusia telah mengkonfirmasi pelaku pengeboman adalah Akbarzhon Jalilov, pria 22 tahun kelahiran Kirgizstan. Sebanyak 14 orang tewas dalam peristiwa itu, termasuk Jalilov yang melancarkan aksi bunuh diri.

Sosok Jalilov tertangkap kamera CCTV stasiun bawah tanah Sennaya Ploshchad di kota St Petersburg pada Senin lalu. Dia terlihat mengenakan jaket parka berwarna merah dengan kerah bulu.

Jalilov mengenakan topi wol berwarna biru dan berkacamata. Dia juga membawa tas punggung diduga berisi bom, yang penuh dengan gotri dan baut. Benda-benda keras dan tajam ini yang memaksimalkan daya hancur bom di dalam gerbong kereta.

Terduga pelaku bom Rusia (Foto: 5th Channel Russia/via Reuters)
zoom-in-whitePerbesar
Terduga pelaku bom Rusia (Foto: 5th Channel Russia/via Reuters)

Sebelas orang, termasuk Jalilov, tewas seketika saat bom itu meledak. Sementara tiga korban lainnya meninggal dunia dalam perawatan.

Polisi juga menemukan bom serupa dalam ransel di stasiun tersebut. Beruntung bom itu gagal meledak setelah berhasil dijinakkan. Pada ransel itu ditemukan DNA Jalilov.

Baca juga: Pengebom Kereta Rusia Dikenal Baik dan Ramah

Lahir tahun 1995, Jalilov pindah dari kota Osh di Kirgizstan untuk lari dari konflik dan mencari kerja. Dia sempat bekerja bersama ayahnya sebagai montir di bengkel mobil dan juru masak di restoran sushi.

Polisi berjaga di lokasi teror St. Petersburg. (Foto: REUTERS/Anton Vaganov )
zoom-in-whitePerbesar
Polisi berjaga di lokasi teror St. Petersburg. (Foto: REUTERS/Anton Vaganov )

Orang-orang yang mengenalnya mengaku tidak percaya Jalilov yang baik dan ramah tega melakukan serangan bom.

Belum diketahui apakah Jalilov berafiliasi dengan kelompok teror, namun Presiden Rusia Vladimir Putin mengatakan antara 5.000 dan 7.000 orang dari Rusia dan negara bekas Uni Soviet lainnya yang bergabung dengan ISIS dan kelompok militan di Suriah.

Dari Kirgizstan sendiri, ada sekitar 850 orang yang bergabung dengan ISIS di Suriah dan Irak. Penyidik tengah mencari kemungkinan adanya kaki tangan dalam peristiwa itu. Ini adalah serangan teror terbesar di St Petersburg sejak runtuhnya Uni Soviet.