Sosok Try Sutrisno di Mata Para Tokoh

kumparanNEWSverified-green

ยทwaktu baca 4 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Suasana rumah duka Mantan Wakil Presiden RI Try Sutrisno di kawasan Menteng, Jakarta, Senin (2/3/2026). Foto: Iqbal Firdaus/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Suasana rumah duka Mantan Wakil Presiden RI Try Sutrisno di kawasan Menteng, Jakarta, Senin (2/3/2026). Foto: Iqbal Firdaus/kumparan

Wapres ke-6 RI Try Sutrisno meninggal dunia, Senin (2/3) di RSPAD Gatot Soebroto. Sejumlah tokoh sudah berdatangan ke rumah duka di Jalan Purwakarta, Menteng, Jakarta Pusat.

Salah satu tokoh yang datang melayat, yakni Oesman Sapta Oedang. OSO begitu kehilangan sosok tokoh bangsa yang baginya, begitu cinta pada tanah air.

"Wapres terbaik, tersantun, terberani dalam mengungkapan sesuatu perjuangan demi Republik Indonesia. Saya melihat kita sangat kehilangan, kondisi separah apa pun beliau masih mengutarakan tentang keinginan dirinya sebagai anak bangsa yang tidak pernah melukai bangsa ini," kata OSO kepada wartawan di lokasi.

"Semoga arwahnya ditempatkan di sisi Allah," tambah dia.

Mobil Ambulans yang membawa jenazah Mantan Wakil Presiden RI Try Sutrisno tiba di rumah duka di kawasan Menteng, Jakarta, Senin (2/3/2026). Foto: Iqbal Firdaus/kumparan

Eks Menhamkam/Pangab yang saat ini menjabat sebagai Penasihat Khusus Presiden bidang Politik dan Keamanan, Wiranto juga sudah hadir. Wiranto mengatakan, Try Sutrisno merupakan prajurit sejati.

"Sebagai prajurit, beliau adalah beliau prajurit sejati. Sejak letnan 2 sampai bintang 4 tak pernah berhenti berjuang, memperjuangkan keyakinan beliau membela nusa bangsa," kata Wiranto.

Sebagai negarawan, Wiranto menilai Try Sutrisno menunjukkan sikap yang patut dicontoh oleh para pejabat yang saat ini masih bertugas.

"Sebagai negarawan beliau negarawan yang paripurna. Kesederhanaannya, kepatuhan pada konstitusi, perjuangan selalu membela kebenaran. Beliau sebagai wapres waktu itu selalu mementingkan kepentingan rakyat. Selalu berpikir agar bagaimana memberikan yang terbaik bagi rakyat. Saya kita itu sikap yang perlu kita teladani," ucap dia.

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung tiba di rumah duka Mantan Wakil Presiden RI Try Sutrisno di kawasan Menteng, Jakarta, Senin (2/3/2026). Foto: Iqbal Firdaus/kumparan

Senada juga disampaikan Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung. Dia mengatakan, merasa kehilangan dengan wafatnya Try Sutrisno hari ini. Ia menilai Try merupakan sosok yang dapat merangkul semua orang.

"Tentunya merasa kehilangan, karena beliau ini adalah sosok bapak bangsa yang merangkul semua orang. Saya mengenal beliau dari sekitar tahun 95. Dan kita kehilangan orang yang sampai akhir hayatnya mendedikasikan hidupnya untuk bangsa dan negara," kata Pramono.

Try Sutrisno dalam wawancara khusus dengan Sekretariat Presiden pada 2020. Foto: Youtube/@ Sekretariat Presiden

Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI, Jusuf Kalla, mengenang Try Sutrisno sebagai sosok yang memiliki kontribusi besar bagi perjalanan bangsa Indonesia.

"Kita berduka atas berpulangnya ke rahmatullah Bapak Jenderal Purn Try Sutrisno. Beliau orang yang sangat baik, tentu sangat mempunyai sumbangsih yang besar kepada bangsa ini, dan juga mempunyai suatu cita-cita yang besar buat kita semuanya," ujar JK di Masjid Sunda Kelapa, Senin (3/2).

JK juga menambahkan sikap konsisten Try Sutrisno dalam memberikan nasihat hingga akhir hayatnya patut menjadi teladan.

"Ya tentu sebagai bangsa tentu mempunyai upaya-upaya yang baik sampai akhir hayatnya, setiap acara beliau hadir untuk memberikan nasihat-nasihat yang baik kepada kita semua," lanjutnya.

Jusuf Kalla saat mengikuti prosesi salat jenazah Wapres ke-6 RI, Try Sutrisno di Masjid Sunda Kelapa, Jakarta Pusat, Senin (2/3). Foto: Rayyan/Kumparan

Mantan Kepala BIN, Sutiyoso, merasa sangat kehilangan. Ia menceritakan kedekatannya dengan almarhum sejak masih berpangkat Letnan Kolonel hingga menjabat sebagai Gubernur.

Bagi Bang Yos, sapaan akrabnya, Try Sutrisno adalah sosok senior yang sangat mengayomi.

"Pak Tri itu ibaratnya seperti penjuru gitu ya. Di situ kita menjadi teladan kita semua. Beliau kebetulan yang paling tua di Akademi Militer angkatan yang pertama, meski beliau ATKAT ya. Tapi beliaulah yang lulus pertama kemudian baru Pak Edi Sudrajat," kenang Sutiyoso.

Sutiyoso menyoroti kerendahan hati almarhum yang tidak pernah menjaga jarak dengan junior maupun prajurit.

"Nggak ada ketegangan situasi seperti apa pun saat ketemu beliau itu, santai gitu. Bahkan dengan saya itu ngomongnya ngomong Jawa terus kalau ketemu gitu kan. Beliaulah yang mendorong saya untuk jadi Ketua Partai besutan para senior ya, PKPI," tuturnya.

Bahkan, Sutiyoso mengaku sempat diminta almarhum untuk maju sebagai capres pada 2009. "Beliau benar-benar sebagai seorang bapak sebagai komandan ya artinya mencintai semua anak buahnya. Dia juga sebagai guru tempat kita bertanya," tambahnya.

Mensesneg, Prasetyo Hadi di Masjid Sunda Kelapa saat hendak salat jenazah Wapres ke-6 RI, Try Sutrisno. Foto: Rayyan/Kumparan

Sementara itu di kesempatan yang sama, Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg), Prasetyo Hadi, memastikan pemerintah memberikan perhatian penuh sejak almarhum dirawat hingga prosesi pemakaman.

"Beliau selalu beberapa hal prinsip yang selalu beliau tekankan adalah untuk kita menjaga UUD 1945, menjaga Pancasila kepada kita generasi muda untuk terus bersatu mengisi kemerdekaan," ungkapnya.

Adapun, Ketua MPR RI, Ahmad Muzani, menyebut Try Sutrisno sebagai pejuang sejati. Muzani mengungkap sebuah pesan mendalam yang disampaikan almarhum kepadanya saat Lebaran tahun lalu mengenai masa depan konstitusi Indonesia.

"Beliau ingin sebelum meninggal ada amandemen Undang-Undang Dasar '45 yang kelima dan beliau ingin itu dilakukan sebelum beliau wafat. Itu saya camkan betul, amanat, pesan dari beliau kepada kami sebagai pimpinan MPR," kata Muzani.

Wakil Presiden ke-13, Maruf Amin (kiri) bersama Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP), Yudian Wahyudi (kanan) tiba di Masjid Agung Sunda Kelapa untuk menshalatkan jenazah Wakil Presiden ke-6 Try Sutrisno di Jakarta, Senin (2/3/2026). Foto: Hafidz Mubarak A/ ANTARA FOTO

Muzani menambahkan bahwa tujuan amandemen yang diinginkan almarhum adalah untuk menjaga persatuan dan menjamin kelangsungan Indonesia yang lebih baik.

Wapres ke-6 RI Try Sutrisno meninggal dunia, Senin (2/3) di RSPAD Gatot Soebroto. Jenazah sudah tiba di rumah duka di Jalan Purwakarta, Menteng, Jakarta Pusat, sekitar pukul 09.20 WIB.

Saat ini, jenazah tengah disemayamkan di rumah duka, sejumlah tokoh masih berdatangan.

Setelah ini, jenazah Try Sutrisno akan dibawa ke Masjid Sunda Kelapa untuk disalatkan sekitar pukul 12.00 WIB.

Kemudian, jenazah akan dibawa ke TMP Kalibata untuk dimakamkan.