Stafsus Jokowi Sesalkan Penganiayaan Warga Merauke oleh Pomau: Berlebihan

28 Juli 2021 17:43 WIB
·
waktu baca 2 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Angkie Yudistia. Foto: Jamal Ramadhan/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Angkie Yudistia. Foto: Jamal Ramadhan/kumparan
ADVERTISEMENT
Staf Khusus Jokowi, Angkie Yudistia, menyesalkan tindakan oknum anggota TNI AU yang menganiaya warga di Merauke, Papua, Senin (26/7) lalu. Terlebih, setelah diketahui warga Merauke, Papua itu merupakan penyandang disabilitas.
ADVERTISEMENT
Menurut Angkie, banyak cara lebih bijak yang bisa digunakan oleh oknum TNI AU tersebut.
"Ada cara-cara yang lebih bijak dalam merespons aktivitas warga disabilitas. Kami menyayangkan sikap berlebihan yang dilakukan oleh oknum anggota TNI di sana ketika berusaha melerai pertikaian antarwarga," kata Angkie dalam keterangannya yang diterima kumparan, Rabu (28/7).
Sebagai sesama disabilitas tunarungu/tuli, Angkie berharap ada pendekatan persuasif yang bisa dilakukan dan mengedepankan sikap humanis ketika berhadapan dengan masyarakat disabilitas.
“Saya seorang tunarungu/tuli, saya memahami betul bagaimana sulitnya berkomunikasi. Saya memahami perasaan teman-teman disabilitas yang lain di seluruh Indonesia, " ujarnya
"Sebagai bagian dari pemerintah dan juga sesama disabilitas, saya meminta maaf atas kejadian ini dan berharap ke depannya tidak terulang peristiwa serupa di kemudian hari," tambahnya.
ADVERTISEMENT
Angkie lantas mendukung langkah yang telah diambil oleh TNI AU dalam penegakan hukum terhadap anggotanya
"Kami mendukung setiap upaya penegakan disiplin yang telah dilaksanakan sesuai dengan aturan hukum yang berlaku di lingkungan TNI," ujarnya.
Angkie meyakini, prajurit TNI mampu menjalankan fungsi secara profesional dengan mengedepankan sikap ramah, santun, menjunjung tinggi kehormatan serta menjadi contoh yang baik kepada rakyat.
KSAU Marsekal TNI Fadjar Prasetyo, sudah mencopot Komandan Lanud Johanes Abraham Dimara (Lanud Dma) dan Komandan Satuan Polisi Militer Lanud Dma. Keputusan tersebut merupakan buntut dari tindak kekerasan dua oknum anggota TNI AU terhadap seorang warga di Merauke, Papua.
"Setelah melakukan evaluasi dan pendalaman, saya akan mengganti Komandan Lanud JA Dimara beserta Komandan Satuan Polisi Militer Lanud JA Dimara," ujar Fadjar dalam keterangan tertulisnya,
ADVERTISEMENT