Standing Ovation Delegasi Indonesia untuk Prabowo di Sidang Umum PBB
·waktu baca 1 menit

Presiden Prabowo Subianto baru saja menyelesaikan pidatonya pada gelaran sidang umum PBB ke-80 di Markas PBB, New York, Amerika Serikat. Ia membawakan pidato yang berisi tentang kesetaraan manusia terlepas dari suku, agama, ras dan bangsa nya.
Ia juga bicara soal multilateralisme, bagaimana negara-negara bisa membangun sebuah dunia tanpa penderitaan.
Di akhir pidato, Prabowo bicara tentang kemerdekaan Palestina yang utuh dalam kerangka two state solution.
"Dengan demikian, kita baru bisa mendapatkan kedamaian yang sesungguhnya, tanpa kecurigaan. Two state solution adalah satu-satunya solusi. 2 keturunan Abraham, harus hidup dalam rekonsiliasi, kedamaian dan harmoni," kata Prabowo.
Di akhir pidato, Prabowo menekankan bahwa solusi itu seolah-olah mimpi. Tapi, dengan komitmen dan kerja sama, hal itu dapat dicapai.
Usai menutup pidatonya, tepuk tangan riuh menggema di gedung sidang umum itu. Delegasi Indonesia yang terdiri dari Menlu Sugiono, Menteri Investasi Rosan Roeslani, Menteri HAM Natalius Pigai dan putranya Didit Hediprasetyo memberikan standing ovation selama beberapa saat.
Didit sendiri juga sempat tampak emosional di tengah-tengah pidato Prabowo.
Usai Prabowo, Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mendapat giliran untuk berpidato.
