Stella Christie: RI Harus Jadi Good Place untuk AI, Jangan Ada Kesenjangan

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamendikti) Stella Christie memberikan keynote speech pada acara kumparan AI for Indonesia 2025 di The Ballroom at Djakarta Theater, Jakarta Pusat, Kamis (23/10/2025). Foto: Jamal Ramadhan/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamendikti) Stella Christie memberikan keynote speech pada acara kumparan AI for Indonesia 2025 di The Ballroom at Djakarta Theater, Jakarta Pusat, Kamis (23/10/2025). Foto: Jamal Ramadhan/kumparan

Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamendiktisaintek) menilai AI bisa menjadi hal baik untuk Indonesia. Namun, AI juga bisa menjadi hal buruk.

Ia berpendapat, Indonesia harus bisa menjadi ‘the good place for AI’. Stella menilai menjadikan AI sebagai teknologi yang baik adalah tugas berbagai pihak.

“Itulah tugas dari kita semua, pemerintah, swasta yang mengerjakan AI, industri, para ilmuwan, para peneliti, para mahasiswa, para pelaku AI untuk melakukan intervensi agar pada saat ini kita bisa memperlambat disrupsi dari AI dan bisa memberikan pelatihan atau melatih diri kita sendiri untuk mengatasi masalah-masalah ini,” ucap Stella di acara kumparan AI for Indonesia di Jakarta, Kamis (23/10).

Stella menyebut tak mau Indonesia terkena kesenjangan geografis sehingga Indonesia menjadi ‘the bad place for AI’.

kumparan post embed

“Dan jangan sampai ada kesenjangan geografis, sehingga tidak hanya beberapa negara yang menjadi the good place dan Indonesia menjadi the bad place,” tambahnya.

Stella menilai, ada beberapa pertanyaan yang harus dipecahkan bila Indonesia mau AI menjadi teknologi yang baik.

“Kenapa kita mau AI yang seperti itu? Apa gunanya untuk kita Indonesia? Apa gunanya untuk pekerja-pekerja yang akan digantikan, mungkin akan tergantikan? Apa gunanya untuk orang-orang yang bisa terjebak oleh hoaks? Apa gunanya untuk mahasiswa kita yang nanti mungkin bisa tidak mendapatkan pekerjaan?” ucap Stella.

“Jadi kita harus bertanya bagaimana supaya AI berguna untuk Indonesia dan bukan sebaliknya,” tutupnya.