Suasana Pemakaman Warga Sleman yang Dibunuh Dukun Pengganda Uang Banjarnegara
ยทwaktu baca 3 menit

Kuwat Santosa warga Malangrejo, Wedomartani, Ngemplak, Sleman, menjadi korban pembunuhan oleh dukun pengganda uang asal Banjarnegara, Jawa Tengah, Slamet Tohari. Jenazah Kuwat yang ditemukan di Banjarnegara dibawa ke rumah duka. Di sana jenazah langsung disalatkan di masjid dan dimakamkan.
"Disalatkan terus langsung dimakamkan," kata Supriyadi Ketua RT 04 Malangrejo di lokasi pemakaman, Kamis (25/5).
Supriyadi yang masih keluarga Kuwat menjelaskan, korban tak pulang-pulang sejak 4,5 sampai 5 tahun yang lalu. Keluarga baru tahu Kuwat jadi korban dukun ini pada bulan puasa lalu. Selang 1 bulan, setelah hasil tes DNA keluar.
"Enggak ada yang dipamiti (saat pergi). Tahu-tahu ada info seperti ini," katanya.
Kuwat yang merupakan insinyur ini merupakan pemborong, ahli di bidang pengeboran. Dia kerap bekerja di luar kota seperti Kalimantan hingga Sulawesi. Saat dia tak kunjung pulang, keluarga masih berpikiran positif Kuwat tengah bekerja di luar kota.
"Orangnya baik. Bahkan tetangga diborkan sumurnya dan gratis," bebernya.
Keluarga pun berharap pelaku dihukum setimpal. Terlebih, tampaknya pelaku juga tak menyesal. "Dihukum yang setimpal lah. Dia (pelaku) enggak punya rasa penyesalan sama sekali," jelasnya.
Sukirno, tokoh masyarakat yang juga Penasihat Takmir Masjid Ar Rahmah mengatakan Kuwat dikenal senang membantu, termasuk membantu masjid dengan keahliannya.
Ketika masjid direhab, Kuwat yang mengebor sumur untuk masjid. Semuanya dia lakukan dengan cuma-cuma alias gratis.
"Aktif di masyarakat. Srawung (keguyubannya) bagus. Dia dulu pernah bekerja di luar Jawa terus kuliah lagi di UPN geologi sampai lulus makanya melanjutkan profesinya di situ," jelasnya
"Bareng rehab (masjid) kami bikin sumur dengan dibor dia yang menangani termasuk pagar-pagar juga. Aktif dan jiwa sosial sangat tinggi," katanya.
Kabidhumas Polda Jawa Tengah Kombes Pol Iqbal Alqudusy mengatakan, Kuwat Santosa merupakan jasad yang dikubur di salah satu lubang korban dari sang dukun pengganda uang. Liang yang jadi tempat Kuat dikubur diidentifikasi lubang 6B.
Jasad Kuwat Santosa dapat diidentifikasi usai tim DVI menemukan kecocokan dengan DNA anak korban.
"Dilakukan pemeriksaan DNA lanjutan sampel tulang yang belum teridentifikasi dengan data pembanding. Maka dapat dibuktikan secara genetik bahwa tulang iga Mr X Lubang 6B, teridentifikasi sebagai Kuwat Santosa ayah biologis dari Nurul Wasiatil Fadilah asal dari Yogyakarta," ujar Iqbal kepada wartawan, Kamis (25/5).
Pengungkapan kasus ini dilakukan oleh Polres Banjarnegara, saat berhasil mengungkap kasus pembunuhan yang melibatkan dukun pengganda uang bernama TH Alias mbah Slamet (45) dan asistennya BS (32) warga Comal, Pemalang.
BS merupakan tangan kanan Mbah Slamet yang bertugas untuk mencari korban-korban melalui Facebook.
Keduanya merupakan komplotan penipu dengan modus penggandaan uang. Dalam aksinya Slamet telah membunuh 12 orang. Dari jumlah itu, 9 jasad telah berhasil diidentifikasi.
