Sudah Periksa 8 Saksi, Polisi Telusuri Unsur Pidana Sunda Empire

Polisi masih menyelidiki keberadaan Sunda Empire. Kabid Humas Polda Jabar Kombes Erlangga Saptono menuturkan, polisi telah meminta keterangan dari delapan orang saksi termasuk Perdana Menteri Sunda Empire, Nasri Banks.
Polisi juga telah meminta keterangan budayawan, sejarawan, hingga Dinas Kesbangpol Pemprov Jabar untuk memastikan kelompok tersebut merupakan organisasi masyarakat atau bukan.
Polisi juga sudah meminta keterangan eks Rektor Universitas Padjadjaran, Ganjar Kurnia, sebagai saksi ahli sejarah dan Rektor Unisba sebagai saksi ahli pidana.
"Kemudian pada Selasa kemarin ada empat orang yang kita mintai keterangan dari Kesbangpol Provinsi Jabar terkait perizinan ormas, kita mintai keterangan dari mereka apakah Sunda Empire ini berupa ormas," kata dia di Mapolda Jabar, Rabu (22/1).
"Kemudian Rektor Unisba sebagai ahli pidana juga kita mintai keterangan. Kemudian Ir. Ganjar Kurnia sebagai ahli sejarah dari Universitas Padjadjaran," lanjut dia.
Erlangga menyebut, polisi akan melakukan gelar perkara untuk menentukan adakah unsur pidana yang dilakukan oleh Sunda Empire sehingga proses akan berlanjut ke tahap penyidikan. Gelar perkara dilakukan dalam waktu dekat ini.
"Masih proses lidik dan tentunya penyidik akan melakukan gelar perkara apakah memang di dalam kegiatan Sunda Empire ini sudah memenuhi unsur-unsur pidana. Jadi nanti penyidik akan menyimpulkan di gelar perkara dan ditingkatkan menjadi penyidikan," ucap dia.
Sebelumnya, Petinggi Sunda Empire, HRH Ki Ageng Ranggasasana mengklaim, Sunda Empire merupakan lembaga tingkat dunia yang memiliki tujuan untuk mensejahterakan dan mewujudkan perdamaian dunia. Menurut dia, Sunda Empire beranggotakan negara dan pemerintahan di dunia.
Rangga menambahkan, Sunda Empire terdiri atas enam wilayah yang meliputi Atlantik sebagai pusat Ibu Kota dunia yang berada di Bandung sebagai titik nol, Sunda Nusantara, Sunda Archipelago, Sunda Eropa, Sunda Pasific, dan Sunda Mainland.
