Sudaryono Copot Kepala Dapur MBG Terkait Kasus Keracunan: Ini Fatal

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Menko Pangan Zulkifli Hasan bersama Kepala BGN Sudaryono dalam Rakortas perbaikan tata kelola MBG di Ruang Rapat Utaka Kemenko Bidang Pangan, Jakarta Pusat, Kamis (6/8/2026). Foto: Pradya Tirta/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Menko Pangan Zulkifli Hasan bersama Kepala BGN Sudaryono dalam Rakortas perbaikan tata kelola MBG di Ruang Rapat Utaka Kemenko Bidang Pangan, Jakarta Pusat, Kamis (6/8/2026). Foto: Pradya Tirta/kumparan

Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono mencopot kepala dapur penyelenggara Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang terkait kasus keracunan makanan.

Operasional dapur tersebut juga dihentikan sementara sambil menunggu hasil investigasi.

"Ini fatal. Sudah langsung kami suspend, kami copot kepala dapur ini. Iya, copot langsung," kata Sudaryono usai rapat koordinasi di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Pangan, Jakarta Pusat, Kamis (6/8).

Meski demikian, Sudaryono memastikan penghentian sementara operasional dapur tidak mengganggu penyaluran MBG kepada para penerima manfaat. Kebutuhan makanan akan dipenuhi melalui dapur lain di sekitar lokasi.

"Yang disuspend itu begini. Kalau dapur keracunan disuspend, bukan berarti kemudian sekolahnya libur atau enggak bisa makan. Tetap diberikan manfaat MBG yang kemudian disuplai oleh dapur-dapur di sekitarnya," ujarnya.

Saat kembali ditanya mengenai sanksi terhadap kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang mengelola dapur tersebut, Sudaryono menegaskan pejabat yang bersangkutan telah dicopot.

"Sudah, sudah kita copot," katanya.

Kepala BGN Sudaryono menjenguk korban dugaan keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kota Semarang, Sabtu (1/8/2026). Foto: Dok. Istimewa

Ada Bakteri E.Coli

Sebelumnya Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin mengungkapkan hasil pemeriksaan laboratorium terkait kasus keracunan massal dalam Program MBG di Semarang dan Papua.

Hasil uji laboratorium menemukan bakteri Escherichia coli (E.coli) pada sejumlah sampel makanan.

Budi mengatakan, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) langsung menerjunkan tim setelah menerima laporan kasus keracunan. Hasil pemeriksaan laboratorium kini telah rampung dan menjadi bahan evaluasi bersama BGN.

“Begitu ada keracunan, Kementerian Kesehatan sudah turun. Laporannya sudah ada, hasil lab-nya juga sudah ada. Jadi memang kita identifikasi ada beberapa makanan yang ada bakteri E.coli-nya,” tutur Budi dalam konferensi pers di Kementerian Kesehatan, Jakarta Selatan, Rabu (5/8).