Sudaryono Siapkan Sistem IT MBG, Pantau Proses Dapur-Distribusi Makanan ke Anak

kumparanNEWSverified-green

ยทwaktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono memberikan keterangan pers terkait penutupan dapur SPPG bermasalah di Jakarta, Senin (27/7/2026). Foto: Rivan Awal Lingga/ANTARA FOTO
zoom-in-whitePerbesar
Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono memberikan keterangan pers terkait penutupan dapur SPPG bermasalah di Jakarta, Senin (27/7/2026). Foto: Rivan Awal Lingga/ANTARA FOTO

Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono mengatakan pihaknya menyiapkan sistem teknologi informasi (IT) untuk memantau pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) secara menyeluruh, mulai dari proses pengolahan makanan di dapur hingga diterima dan dikonsumsi oleh para penerima manfaat.

Sudaryono mengatakan terdapat tiga persoalan utama yang menjadi fokus pembenahan BGN. Pertama, penanganan dugaan pelanggaran dan tindak korupsi dalam pelaksanaan program.

"Kita mengakui adanya tindakan pelanggaran dan tindakan koruptif yang selama ini sekarang ini sedang ditahan oleh penegak hukum melalui Kejaksaan. Kita menyerahkan sepenuhnya kepada penegak hukum dan kami memberikan akses seluas-luasnya. Apa pun bantuan data dan lain-lain jika diperlukan oleh penegak hukum kami akan berikan," kata Sudaryono di Kemenko Pangan, Jakarta Pusat, Rabu (29/7).

Persoalan kedua, lanjut Sudaryono, berkaitan dengan kualitas operasional di setiap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang sangat bergantung pada kepala dapur.

"Hasil kualitas kerja ini sangat ditentukan oleh Kepala Dapur, yang namanya SPPI, Kepala SPPG atau Kepala Dapur, yang memastikan masakannya bagus, menunya bagus, dibelanjakan dengan kualitas bahan baku yang baik, kemudian distribusinya dengan baik dan diterima dengan baik," ujarnya.

Menurut Sudaryono, bottleneck pelaksanaan MBG berada di tingkat kepala SPPG atau kepala dapur. Karena itu, BGN akan memperkuat sistem pengawasan melalui teknologi.

"Bottleneck ada pada Kepala SPPG atau Kepala Dapur. Maka kami punya prinsip trust is good, control is better. Jadi kita tidak bisa hanya percaya saja, tapi kita bagaimana memonitor semua kegiatan di dapur itu by system," katanya.

Kepala Badan Gizi Nasional Sudaryono melakukan inspeksi mendadak (sidak) di SPPG Tegal Gundil, Bogor Utara, Jawa Barat, Jumat (24/7/2026) dini hari. Foto: Kevin Daniel/kumparan

Ia menjelaskan sistem IT yang sedang dibangun akan mencatat seluruh tahapan proses penyediaan makanan secara rinci.

"Kami sudah membangun sistem IT-nya. Bagaimana memastikan dari mulai nyacah kol sampai dengan dimasak. Dimasak berapa lama, suhunya berapa. Kemudian matang berapa, didinginkan sekian lama, kemudian dibungkus, kemudian di-deliver berapa lama, diterima jam berapa, dimakan jam berapa, selesai makan jam berapa, dibawa omprengnya pulang ke dapur, dicuci bersih, selesai jam berapa. Jadi ada log-log seperti ini," jelasnya.

Tak hanya proses produksi dan distribusi makanan, sistem tersebut juga akan memantau proses pengadaan bahan baku.

"Termasuk pembelanjaan bahan baku itu juga nanti. Jadi intinya memastikan bahwa kita tidak bisa hanya bilang ini aturannya, kau ikuti, kemudian kita tidak ada kontrolnya. Maka kontrolnya adalah dengan menggunakan sistem. Jadi kita ingin memastikan bahwa semua dapur melaksanakan SOP," tutup Sudaryono.