Sudaryono Sisir SPPG Bermasalah: Tak Bisa Diperbaiki, Kita Tutup

Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono tidak akan ragu menutup Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang tidak memenuhi standar dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Sudaryono mengatakan saat ini sekitar 27 ribu SPPG telah beroperasi di seluruh Indonesia. Menurutnya, sebagian besar telah menjalankan program dengan baik.
Namun, BGN akan mengevaluasi SPPG yang belum memenuhi standar dan meminta pengelola segera melakukan perbaikan.
“Saya mau kasih tahu di tempat ini bahwa kita sudah ada sekitar 27.000 sekian yang beroperasi di seluruh Indonesia, dan hampir sebagian besar, hampir semuanya itu sebetulnya menjalankan dengan baik. Tinggal kita sisir, mana yang memang kurang kita suruh perbaiki segera. Kalau enggak bisa disuruh perbaiki, enggak bisa, kita tutup,” kata Sudaryono.
Hal ini dikatakan Sudaryono saat mengunjungi SDN Bantarjati 9, Kota Bogor, Jawa Barat, Jumat (24/7). Sebelumnya, dia melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah SPPG di wilayah Bogor.
Sudaryono menegaskan, BGN akan bersikap tegas terhadap SPPG yang tidak memenuhi standar. Di sisi lain, BGN tetap memberikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah menjalankan program MBG dengan baik.
“Jadi, kita juga tegas, tapi di sisi lain kita juga apresiasi terhadap upaya yang telah dikerjakan atau dilakukan oleh kawan-kawan semuanya. Baik itu mitra, baik itu SPPG, relawan, pegawai di dapur, termasuk mitra sekolah, pihak sekolah, dan lain-lain semua,” ujar Sudaryono yang dilantik sebagai Kepala BGN pada 22 Juli 2026.
Sudaryono melakukan sidak ke tiga SPPG di wilayah Bogor, yakni SPPG Pasir Kuda 03 Bogor Barat, SPPG Cipaku 02 Kota Bogor, dan SPPG Tegal Gundul 05 Bogor Utara.
Dalam sidak tersebut, Sudaryono mengecek pelaksanaan MBG, termasuk pemenuhan standar keamanan pangan, mutu gizi, dan pelayanan.
