Sudaryono Tiba di Istana Jelang Dilantik Jadi Kepala BGN

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Wamentan Sudaryono tiba di Istana Kepresidenan Jakarta, jelang dilantik jadi Kepala BGN, Rabu (22/7/2026). Foto: Jonathan Devin/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Wamentan Sudaryono tiba di Istana Kepresidenan Jakarta, jelang dilantik jadi Kepala BGN, Rabu (22/7/2026). Foto: Jonathan Devin/kumparan

Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Sudaryono tiba di Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (22/7), menjelang dilantik Presiden Prabowo Subianto sebagai Kepala Badan Gizi Nasional (BGN).

Sudaryono tiba mengenakan setelan jas hitam dengan dasi biru. Ia didampingi istri dan keluarganya.

Sudaryono mengatakan baru mendapat konfirmasi pada Rabu pagi dari Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya bahwa dirinya akan dilantik menggantikan Nanik S. Deyang sebagai Kepala BGN.

"Setelah Bu Nanik mengundurkan diri karena alasan kesehatan, kemudian saya sudah dihubungi oleh Mensesneg ya. Bahwa ada kemungkinan gitu tadi malam saya akan ditunjuk menggantikan Bu Nanik," kata Sudaryono.

"Kemudian pagi tadi saya ditelepon Pak Seskab, Pak Teddy, dan mengkonfirmasi bahwa hari ini saya akan dilantik secara resmi untuk menggantikan Bu Nanik," lanjutnya.

Wamentan Sudaryono tiba di Istana Kepresidenan Jakarta, jelang dilantik jadi Kepala BGN, Rabu (22/7/2026). Foto: Jonathan Devin/kumparan

Sudaryono mengatakan akan segera berkoordinasi dengan jajaran BGN setelah resmi dilantik. Ia juga berkomitmen menyelesaikan berbagai persoalan yang ada di lembaga tersebut.

Sudaryono mengaku akan berkomunikasi dengan Nanik untuk mendapatkan masukan terkait pembenahan BGN. Ia mengakui terdapat persoalan, bahkan pelanggaran, dalam pelaksanaan program yang perlu ditangani.

"Kita tidak menafikan bahwa memang ada persoalan, bahkan ada pelanggaran, kita juga tahu itu, dan kita menyesalkan itu. Sehingga kita ingin mendengarkan masukan ya, yang konstruktif tentu saja dari berbagai pihak, termasuk salah satunya adalah dari Bu Nanik," ungkapnya.