Suharso Belum Terima Surat Desakan Mundur Ketum PPP: Tak Ada Mekanisme Itu
·waktu baca 2 menit

Ketum PPP Suharso Monoarfa merespons surat 3 majelis di DPP PPP yang mendesaknya mengundurkan diri karena pidatonya yang menyinggung amplop untuk kiai di acara KPK. Suharso mengatakan belum menerima surat tersebut.
"Secara fisik itu surat saya belum terima. Tapi saya lihat sudah beredar di masyarakat," kata Suharso di Istana Merdeka, Jakarta Pusat, Kamis (25/8).
Namun, ia menyebut di PPP tak ada mekanisme permintaan mundur melalui surat. Karena itu, Suharso membuka diri untuk menjelaskan dan berdamai.
"Kedua, mekanisme itu tidak dikenal di partainya. Ketiga, saya memahaminya sebagai permintaan tabayun, untuk dijelaskan," tuturnya.
Dia pun menegaskan potongan video terkait pidatonya yang menyinggung amplop kiai tidak adil. Sebab, kata dia, sebenarnya pidato itu berkesinambungan dan tidak berdiri sendiri.
"Yang ingin saya jelaskan terkait dengan beredarnya potongan pidato saya di KPK, itulah yang tidak fair menurut saya karena pidato saya itu di beberapa kesempatan saya sampaikan tidak berdiri sendiri," kata dia.
"Apa yang saya sampaikan adalah berkesinambungan dengan apa yang disampaikan deputi pendidikan dan peran serta masyarakat dan juga wakil ketua KPK," lanjut Kepala Bappenas ini.
Dia juga menegaskan PPP solid meski terdapat surat permintaan mundur yang ditujukan padanya. Menurutnya, hal itu hanya kesalahpahaman saja.
"Oh enggak, enggak saya kira. Ini, kan, saya cuma menerimanya sebagai sebuah kesalahpahaman saja," tandasnya.
