Sultan HB X Minta Kemenkes Percepat Pengiriman QR Code PeduliLindungi
ยทwaktu baca 2 menit

Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X atau Sultan HB X meminta Kemenkes mempercepat pengiriman QR Code PeduliLindungi ke Yogyakarta.
Sebab sudah banyak sektor mengajukan permintaan QR Code.
"Kalau setiap Zoom (saya) selalu meminta itu bagaimana apa QR code itu tidak terlalu lama gitu," kata Sultan HB X di Kepatihan Pemda DIY, Rabu (29/9).
Sultan menuturkan, permintaan QR Code PeduliLindungi ke Pusdatin Kemenkes tidak hanya dari DIY tetapi dari seluruh Indonesia. Ini tentu menjadi tantangan bagi Kemenkes.
"Tapi bagaimana caranya jumlah yang banyak itu bisa sebagian wewenang itu ada pada gubernur atau bagaimana supaya bisa cepat," ucap dia.
Raja Keraton Yogyakarta itu mencontohkan, pada sektor industri, semakin cepat ada QR Code PeduliLindungi, maka akan semakin optimal operasional dan ekspor Yogyakarta.
"Lebih cepat lebih baik karena ekspor Yogya itu juga naik. Ya momentum, saya takut kalau lepas. Masalahnya kan gitu kan itu untuk kepentingan pertumbuhan ekonomi daerah," ucap Sultan HB X.
Sementara Kepala Satpol PP DIY Noviar Rahmad mengatakan, sejak 14 September, seluruh tempat usaha baik hotel, restoran atau apa pun itu harus pakai aplikasi PeduliLindungi.
Namun dari 91 tempat, baru 16 tempat yang mempunyai QR Code.
"Alasanya ada yang tidak tahu, kedua ada yang sudah mengajukan tetapi proses dari Kementerian Kesehatan itu turunnya lambat. Ada yang sampai 2 sampai 3 minggu itu juga belum turun itu banyak yang terjadi sekarang," kata Noviar.
"Dari 91 sampai hari ini kita cek yang baru keluar itu 16. Masih jauh. Jadi keterlambatan tidak sepenuhnya dari masyarakat atau pengusaha ya, keterlambatan juga dari Kementerian Kesehatan," tambah dia.
Sejauh ini bagi tempat umum yang belum memiliki QR Code menerapkan aturan pengunjung wajib menunjukkan bukti vaksin di aplikasi PeduliLindungi.
"Tapi dari pengusaha juga ada yang tidak tahu caranya mendaftar ke mana kan itu harus didaftarkan secara online itu," tutur dia.
