Sultan Minta Warga DIY Bijak saat Copot dan Pakai Masker
·waktu baca 2 menit

Presiden Jokowi telah mengizinkan masyarakat melepas masker ketika di ruang terbuka dan tidak ramai orang. Terkait copot dan pakai masker ini, Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X meminta masyarakat untuk tetap bijak.
"Ya kalau saya kalau memang biar pun ruang terbuka kalau seperti Malioboro penuh (orang), ya harus bijak. Mau copot atau mau dibuka, karena dimungkinkan saja. Hanya masalahnya kan risikonya akan lebih besar kan gitu (kalau copot masker)," kata Sultan di Kepatihan Pemda DIY, Jumat (20/5).
Lanjut Sultan, bahwa jika di ruangan terbuka masyarakat boleh tidak menggunakan masker. Namun, saat di ruangan masker harus dipakai.
"Boleh saja kalau tempat terbuka silakan. Tapi kalau di dalam ruang dipakai karena kan perputaran angin udaranya," bebernya
Sebelumnya, Sekda DIY Kadarmanta Baskara Aji menjelaskan bahwa masyarakat boleh saja lepas masker saat di Malioboro. Catatannya, saat itu Malioboro dalam kondisi sepi.
"Saya kira Malioboro jadi bagian yang sama yang kita atur. Bahwa boleh saja tidak menggunakan masker pada saat sedang tidak banyak orang," kata Aji di Kepatihan Pemda DIY, Rabu (18/5).
Hanya saja, menurut Aji, kondisi Malioboro ini lebih banyak ramai daripada sepi. Untuk itu, dia menyarankan agar masyarakat untuk tetap menggunakan masker saja daripada copot-pakai.
"Tapi Malioboro ini antara sepi dan ramai oleh ramaine kan lebih baik kalau jalan di Malioboro (masker) digunakan saja ya," katanya.
Keputusan presiden untuk melonggarkan kebijakan tentang masker ini menurutnya sudah ada dasar kajiannya. Salah satunya adalah sudah terciptanya antibodi yang cukup baik di Indonesia.
"Beberapa waktu lalu pun pernah dirilis Pak Menkes dan Menteri Dalam Negeri bahwa Jogja itu tingkat antibodi masyarakatnya lebih tinggi dibanding yang lain," katanya.
Antibodi yang baik di Yogyakarta ini, menurut Aji, tampak dari mulai turunnya kasus corona. Bahkan menurun cukup drastis.
"Bahkan kita pantau setelah ada banyak kerumunan pada saat Lebaran itu juga tidak ada peningkatan yang signifikan. Mudah-mudahan ini karena memang sudah tidak ada penularan lagi sehingga kita akan ikuti (kebijakan boleh lepas masker di luar ruangan)," katanya.
"Tapi itu bentuknya kan boleh ya, kalau orang merasa tidak percaya diri dan merasa lebih baik menggunakan (masker) ya saya kira lebih baik menggunakan saja tidak apa-apa," pungkasnya.
