10 Hari Usai Dilanda Gempa dan Tsunami, Sulteng Bangkit

kumparanNEWSverified-green

clock
comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Suasana jalanan yang hancur di wilayah Balaroa akibat gempa bumi, Palu, Sulawesi Tengah. (Foto: Jamal Ramadhan/kumparan)
zoom-in-whitePerbesar
Suasana jalanan yang hancur di wilayah Balaroa akibat gempa bumi, Palu, Sulawesi Tengah. (Foto: Jamal Ramadhan/kumparan)

Indonesia berduka setelah gempa dan tsunami yang melanda Kota Palu dan Donggala, SulawesI Tengah pada, Jumat 28 September 2018 lalu.

Seluruh aktivitas di Palu dan Donggala lumpuh setelah diguncang gempa dan disapu oleh gelombang tsunami. Hotel, rumah, jembatan dan bangunan lainnya runtuh.

Tidak hanya itu, pasokan BBM, listrik, dan makanan menjadi sulit didapatkan oleh rakyat Sulteng. Semuanya serba susah.

Namun 10 hari berselang, Sulteng kini perlahan mulai pulih. Pemerintah dan masyarakat bersinergi agar Palu dan Sulteng bangkit.

Berikut potret perkembangan wilayah Sulteng usai gempa dan tsunami

Pasokan BBM

Warga mengambil BBM dari mobil tangki di SPBU, Palu, Sulawesi Tengah, Minggu (30/9). Gempa dan tsunami yang melanda wilayah Palu mengakibatkan kesulitan BBM. (Foto: ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja)
zoom-in-whitePerbesar
Warga mengambil BBM dari mobil tangki di SPBU, Palu, Sulawesi Tengah, Minggu (30/9). Gempa dan tsunami yang melanda wilayah Palu mengakibatkan kesulitan BBM. (Foto: ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja)

Kondisi lalu lintas kota Palu sempat semrawut pascagempa dan tsunami yang menghantamnya. Mobil dan motor mogok karena kehabisan bahan bakar yang membuat jalanan macet.

Warga sempat berebut bahan bakar di beberapa SPBU di Kota Palu. Bahkan saat itu satu botol air minum mineral ukuran 800 ml BBM sempat dijual dengan harga Rp 100 ribu.

Menipisnya pasokan BBM di Kota Palu disebabkan jalan rusak sehingga distribusi terhambat.

Sehari setelah Sulawesi Tengah dihantam gempa dan tsunami, tim Terminal BBM (TBBM) Donggala menyuplai solar untuk RS Undata di Palu.

Tidak hanya itu, Pertamina juga langsung mendirikan posko penanganan, yaitu Depot Pengisian Pesawat Udara (DPPU) Bandara Mutiara Palu dan di Terminal BBM (TBBM) Donggala.

Menanggapi sulitnya BBM pascagempa, Menteri ESDM Ignasius Jonan kemudian mendarat di Palu pada 4 Oktober 2018. Saat itu, Jonan mengatakan, pasokan BBM di Kota Palu sudah pulih sekitar 70%.

Sebelumnya, mobil mengular di pinggir jalan untuk mendapatkan pasokan BBM, sedangkan pengendara motor diwajibkan membawa botol untuk mendapatkan BBM.

Pelayanan dilakukan secara manual dengan pengawasan aparat keamanan dari TNI dan Polri.

Dalam aktivitas normal sebelum gempa, Jonan menyebut dalam satu harinya bisa menyuplai BBM 400 KL. Sedangkan saat ini, Pertamina bisa menyuplai 350 KL BBM.

Dalam kunjungan tersebut, Jonan meyakini aktivitas Kota Palu akan normal dalam beberapa hari ke depan.

Menurut data BNPB sebanyak 12 dari total 17 SPBU di Palu sudah beroperasi. Namun, warga dibatasi dengan maksimal pembelian RP 100 ribu bai roda empat dan 5 liter per orang bagi pembeli menggunakan jeriken.

Pertamina juga kini menyediakan BBM dalam bentuk kalengan untuk mempercepat layanan. Jenis BBM yang dijual kalengan yaitu Pertalite dan Pertamax. Namun, tahap awal hanya Pertalite yang tersedia.

Penyaluran BBM Pertamina ke Palu (Foto: PT Pertamina (Persero))
zoom-in-whitePerbesar
Penyaluran BBM Pertamina ke Palu (Foto: PT Pertamina (Persero))

Pasokan Listrik

Suasana gelap di daerah Palu Selatan akibat masih terputusnya jaringan listrik di Palu, Sulawesi Tengah, Kamis (4/10) dini hari. (Foto:  ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/)
zoom-in-whitePerbesar
Suasana gelap di daerah Palu Selatan akibat masih terputusnya jaringan listrik di Palu, Sulawesi Tengah, Kamis (4/10) dini hari. (Foto: ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/)

Pascagempa dan tsunami yang melanda, Kota Palu gelap gulita selama enam hari. Aliran listrik terputus karena gardu listrik roboh dan rusak.

Mengetahui kondisi ini, pihak PLN kemudian langsung memperbaiki kelistrikan di daerah terdampak. PLN mengerahkan tim gabungan dalam beberapa tahap dan terus mengirimkan genset untuk membantu penerangan.

Pada Minggu (1/10), pemerintah menambahkan bantuan genset untuk penerangan Palu yang dikirim dengan menggunakan pesawat TNI AU.

Setelah dilakukan pemulihan, listrik berangsur menyala pada Kamis (4/10) sore, sekitar pukul 18.00 WITA.

Lampu menyala di sejumlah jalanan seperti Jalan Kartini tepat depan Rumah Dinas Gubernur Sulteng, Jalan Anoa, Palu Selatan, serta Jalan Prof M Yamin, berdasarkan pantauan kumparan.

Sabtu (6/10) kemarin, Kepala Humas dan Pusdatin BNPB Sutopo Purwo Nugroho mengatakan, listrik untuk Kota Palu sudah pulih 65%.

Sebanyak 5 dari 7 gardu induk yang mencakup Palu, Sigi, Donggala, Parigi Moutong, sudah beroperasi dan perbaikan masih terus dilakukan.

Sutopo berharap listrik di daerah terdampak dapat pulih 90% minggu depan.

Sambungan Telekomunikasi

Petugas PLN mengganti tiang listrik yang roboh akibat gempa di Palu dan Donggala, Sulawesi Tengah, Rabu (3/10).  (Foto: ANTARA FOTO/Akbar Tado)
zoom-in-whitePerbesar
Petugas PLN mengganti tiang listrik yang roboh akibat gempa di Palu dan Donggala, Sulawesi Tengah, Rabu (3/10). (Foto: ANTARA FOTO/Akbar Tado)

Jaringan telekomunikasi di Kota Palu dan Donggala juga terkena dampak dari gempa dan tsunami yang menghantam pada 28 September lalu. Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) mencatat ada lebih dari 500 BTS (Base Transceiver Station) yang rusak di lokasi bencana.

Setelah gempa dan tsunami menghantam Sulteng, kumparan mencoba menghubungi beberapa orang yang berada di Palu. Namun tidak mendapatkan koneksi hingga dua hari.

Dalam masa pemulihan, Kominfo mengoptimalkan penggunaan telepon satelit. Telepon satelit dinyatakan efektif untuk membantu proses koordinasi dan komunikasi di daerah terdampak bencana.

Sampai akhirnya, pada Minggu (30/9), Telkom Group kemudian menyebarkan Wi-fi gratis di beberapa titik.

Untuk memulihkan telekomunikasi di daerah terdampak, Kominfo kemudian mendistribusikan 64 telepon satelit ke posko-posko pengungsian.

Sementara jumlah perangkat internet satelit yang sudah berfungsi di lokasi bencana sudah mencapai 10 unit perangkat yang dipasang di 10 tempat, seperti Posko Utama Korem, Rumah Dinas Gubernur, Kantor Wali Kota, RS Bhayangkara, RS Wirabuana.

Hingga pada Jumat (5/10) telekomunikasi di Kota Palu dan Donggala dinyatakan telah pulih 60 persen. Kemudian persentase pemulihan ini naik lagi menjadi 65 persen pada Sabtu (6/10).

Jaringan internet 4G sudah mulai bisa digunakan kembali di lokasi terdampak, namun kecepatannya belum maksimal karena masih dalam tahap pemulihan. Pemulihan kecepatan ini terjadi pada operator Telkomsel, XL Axiata, maupun Indosat Ooredoo.

Kominfo juga memberikan bantuan jaringan telekomunikasi bagi korban gempa dan tsunami. Kominfo meminta perusahaan telekomunikasi untuk memberi kemudahan dalam hal pemakaian kartu SIM prabayar, memberi akses roaming kepada operator lain yang tidak memiliki sinyal di suatu tempat, dan kemudahan pemakaian frekuensi.

Pencarian Korban

Situasi evakuasi di Perumnas Balaroa (Foto: Dok. dompet dhuafa)
zoom-in-whitePerbesar
Situasi evakuasi di Perumnas Balaroa (Foto: Dok. dompet dhuafa)

Sehari setelah Kota Palu dan Donggala dilanda gempa dan tsunami, Sabtu (29/9), BNPB mencatat ada sebanyak 384 korban meninggal, 29 orang hilang dan 540 orang luka-luka.

Jumlah ini kemudian terus berkembang. Minggu (30/9) jumlah korban bertambah menjadi 1.203 jiwa, sedangkan korban luka berat menjadi 184 orang dan 45 orang hilang.

Ada beberapa wilayah yang sulit untuk dilakukan evakuasi seperti Petobo dan Balaroa. Petobo mengalami fenomena likuifaksi sehingga banyak korban yang tergulung oleh lumpur.

Likuifaksi sendiri merupakan fenomena yang menyebabkan tanah berubah menjadi lumpur seperti cairan dan kehilangan kekuatannya sehingga bangunan ataupun tumbuhan yang berada di atasnya amblas.

Perumahan di Balaroa juga sulit dievakuasi karena tanahnya yang amblas hingga 3 meter dan naik 2 meter.

Menteri Pekerjaan Umum dan Pekerjaan Rumah (PUPR) Basuki Hadimuljono kemudian mengatakan, kedua daerah ini tidak bisa lagi ditempati dan harus direlokasi.

Pemerintah kemudian mengusulkan Balaroa dan Petobo menjadi makam masal.

Tidak hanya dua daerah itu, Hotel Roa Roa juga menjadi salah satu tempat yang memakan banyak korban. Proses evakuasi 50 orang yang diduga tertimbun reruntuhan hotel terus dilakukan.

Dalam evakuasinya, ditemukan satu Warga Negara Korea menjadi korban. Hingga hari ini, Minggu (7/10) Basarnas berhasil mengevakuasi 34 jenazah di Hotel Roa Roa.

Lima hari berlalu pascagempa dan tsunami, tim evakuasi akhirnya mampu menjangkau wilayah terisolir. Namun, belum semua daerah di Kabupaten Donggala dapat tersentuh.

"Donggala baru di bagian selatan hingga tengah belum sampai utara, Sigi dan bagian kota Palu," kata Sutopo.

Hari keenam pascagempa, sebanyak 120 WN Asing telah dievakuasi.

Sampai Sabtu (6/10), jumlah korban bertambah menjadi 1.649 jiwa. Detail dari korban setipa daerah yaitu Donggala ada 159, Palu 1.413, Sigi ada 64, Parigi ada 12 dan Pasangkayu ada 1 orang.

Jumlah korban kini bertambah menjadi 1.763 orang hari ini, Minggu (7/10).

Penyaluran Bantuan

Petugas mengumpulkan bantuan paket rendang di posko bantuan bencana gempa dan tsunami Palu dan Donggala, di Kantor BPBD Sumatera Barat. (Foto: ANTARA FOTO/Iggoy el Fitra)
zoom-in-whitePerbesar
Petugas mengumpulkan bantuan paket rendang di posko bantuan bencana gempa dan tsunami Palu dan Donggala, di Kantor BPBD Sumatera Barat. (Foto: ANTARA FOTO/Iggoy el Fitra)

Korban gempa dan tsunami Sulteng harus berebut makanan setelah bencana tersebut meluluhlantakkan tanahnya. Namun, penyaluran bantuan belum dapat dilakukan secara merata karena terbatas oleh jalan yang rusak.

Hingga Selasa (2/10), Mahasiswa Sulawesi Tengah di Yogyakarta mengaku sulit untuk mendistribusikan bantuan untuk korban gempa dan tsunami di Sulteng.

Tidak hanya mahasiswa Sulteng di Yogyakarta, masyarakat Padang juga mengirimkan bantuan 1,6 ton rendang untuk korban gempa dan tsunami Sulteng. Namun, dalam pengirimannya juga terkendala transportasi.

Kesulitan penyaluran bantuan ini masih berlangsung hingga Sabtu (6/10) kemarin. Kepala Kabiro Humas PMI Pusat Aulia Arrian mengatakan penyaluran masih terbatas. Hal ini karena keterbatasan kendaraan untuk menjangkau beberapa daerah bencana.

Namun, banyak juga bantuan yang sukses sampai ke Sulteng. Menkopolhukam Wiranto mengatakan pada Selasa (2/10), bantuan-bantuan luar negeri mulai diterima.

Pagi itu, terdaftar 14 negara yang sudah membantu. Dia mengatakan, pesawat udara C-130 sudah diterima, kira-kira sebanyak 10 unit.

"Pesawat dari Singapura tadi malam sudah datang," ungkap Wiranto.

Sementara, genset diberikan oleh Jepang, ASEAN, Qatar, dan India. Jepan dan India juga memberikan bantuan tenda. Tidak hanya itu, Jepang, India, dan ASEAN juga memberikan bantuan rumah sakit lapangan.

"Yang menyumbang water treatment dari Jepang, Swiss, Asian Humanitatian Assistance. Tenda dari Jepang. Genset dari Jepang, ASEAN, Qatar. India pesawat, tenda, genset. Rumah sakit lapangan, petugas medis dan perlengkapan dari Jepang, India," lanjutnya.