Sumber Ledakan di Garut: Kegiatan Pemusnahan Amunisi Kedaluwarsa TNI

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi ledakan amunisi. Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi ledakan amunisi. Foto: Shutterstock

Ledakan terjadi di Desa Sagara, Kecamatan Cibalong, Kabupaten Garut, Senin (12/5). Sebanyak 11 orang tewas dalam peristiwa tersebut.

Peristiwa ledakan tersebut terjadi saat TNI melakukan pemusnahan amunisi tidak layak pakai atau kedaluwarsa. Kementerian Pertahanan berduka atas meninggalnya korban.

"Terkait insiden ledakan saat pemusnahan munisi di Garut hari ini, Menhan RI turut berduka cita yang mendalam atas meninggalnya beberapa prajurit TNI dan warga sipil," kata Kepala Biro Info Pertahanan (Infohan) Setjen Kemenhan RI, Brigjen TNI Frega Wenas Inkiriwang dalam keterangannya, Senin (12/5).

Frega bilang peristiwa ini dalam proses investigasi. Penyebab ledakan hingga menewaskan belasan orang masih belum diketahui.

"Saat ini proses investigasi sedang dilakukan. Selama investigasi akan terus memedomani prosedur keamanan yang berlaku," ujarnya.

Adapun para korban meninggal yakni dua anggota: TNI Kolonel Cpl Antonius Hermawan dan Mayor Cpl Anda Rohanda. Kemudian sembilan warga sipil, yakni Agus Bin Kasmin, Ipan Bin Obur, Anwar Bin Inon, Iyus Ibing Bin Inon, Iyus Rizal Bin Saepuloh, Toto, Dadang, Rustiawan, dan Endang.

Petugas mengevakuasi korban ledakan di Kecamatan Cibalong, Kabupaten Garut, Jawa Barat, Senin (12/5/2025). Foto: ANTARA/HO-warga

Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Pol Hendra Rochmawan, membenarkan data korban meninggal tersebut.

"Benar kejadian tersebut dan jumlah korban yang disampaikan oleh Pasi Intel. Keterangan masih dari pasi intel Kodim Garut dan saat ini Kapolres Garut menuju lokasi," katanya saat dikonfirmasi, Senin (12/5).

"Update selanjutnya masih dikoordinasikan oleh Kapolres Garut," pungkasnya.