Survei: 1 dari 4 Orang Dewasa Inggris Kesulitan Membayar Tagihan Akibat Krisis

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Orang-orang mengunjungi Stables Market, di Camden, London, Inggris, Sabtu (19/9). Foto: Henry Nicholls/REUTERS
zoom-in-whitePerbesar
Orang-orang mengunjungi Stables Market, di Camden, London, Inggris, Sabtu (19/9). Foto: Henry Nicholls/REUTERS

Hampir 32 juta orang atau 60 persen dari populasi orang dewasa di Inggris mengalami kesulitan dalam membayar tagihan.

Situasi ini diakibatkan oleh meningkatnya biaya hidup yang diperburuk oleh krisis akibat sanksi terhadap Rusia yang justru berdampak pada pemerintahan London itu sendiri.

Laporan tersebut disampaikan oleh sebuah badan pengawas (watchdog) lokal, Financial Conduct Authority (FCA), pada Jumat (21/10).

Survei terbaru yang dirilis oleh FCA membuktikan, angka tersebut naik 6 juta dari tahun 2020, ketika kala itu perekonomian Inggris terhambat akibat pandemi COVID-19.

Pada tahun ini, rakyat Inggris sedang berjuang di tengah kenaikan harga makanan dan bahan bakar. Sekarang, angka inflasi mencapai 10 persen, jauh lebih tinggi daripada sebagian besar jumlah kenaikan gaji.

Lebih lanjut, survei FCA menunjukkan terdapat 4,2 juta orang dewasa yang melewatkan tagihan rumah tangga atau pembayaran kredit mereka dalam tiga atau lebih dari enam bulan terakhir. Lagi-lagi, angka ini naik dari semula 3,8 juta pada tahun 2020.

Orang-orang mengunjungi Stables Market, di Camden, London, Inggris, Sabtu (19/9). Foto: Henry Nicholls/REUTERS

“Satu dari empat orang dewasa Inggris berada dalam kesulitan keuangan atau dapat dengan cepat menemukan diri mereka dalam kesulitan jika mereka mengalami guncangan keuangan,” kata FCA dalam sebuah pernyataan, seperti dikutip dari Reuters.

Dalam situasi ini, terdapat pula fenomena kesenjangan antara kelompok kulit gelap dan kulit putih.

Survei menunjukkan, sejumlah 27 persen orang dewasa berkulit gelap mengatakan bahwa mereka merasa berat dalam membayar tagihan, dibandingkan dengan 15 persen dari orang dewasa berkulit putih lainnya di Inggris.

FCA mengatakan, survei-survei yang pihaknya lakukan adalah yang terbesar — lebih dari 19.000 koresponden diwawancarai antara Februari dan Juni tahun ini.

Terkait hal ini pula, FCA telah mulai memperingatkan bank yang ada di Inggris untuk selalu mendukung pelanggan dan memberikan opsi terbaik dalam menangani kesulitan keuangan yang terjadi.