Survei Indikator: 63,7% Masyarakat Puas dengan Kinerja Gugus Tugas COVID-19

Lembaga survei Indikator menggelar survei persepsi publik terhadap penanganan COVID-19 dan implikasinya. Dalam survei itu, Indikator membandingkan data yang diambil pada Februari 2020, atau sebelum pandemi corona terjadi di Indonesia, dan data yang diambil 16-18 Mei 2020 atau saat pandemi terjadi.
Dari data tersebut didapatkan, tingkat kepuasan publik terhadap langkah-langkah yang dilakukan pemerintah pusat dalam menangani COVID-19 menurun. Pada Februari 2020, masyarakat yang puas dengan kinerja pemerintah mencapai 70,8 persen, sedangkan pada Mei hanya sebanyak 56,4 persen saja.
"Saya ingat betul, (di Februari) pemerintah masih belum serius, bahkan ada pejabat yang masih menjadikan ini guyonan. Waktu itu masih positif persepsi publiknya. Saat itu, pernyataan yang saya ajukan, ada WNI di China yang harus dipulangkan dan dikarantina dulu, itu masih positif (responsnya)," jelas peneliti Indikator Burhanuddin Muhtadi dalam paparan surveinya secara virtual, Minggu (7/6).
"Ada 85 persen yang sudah tahu soal corona dan yang mengaku puas dengan kinerja itu total 70,8 persen. Tiga bulan kemudian, turun lagi. Ada 90,8 persen yang tahu corona tapi tingkat kepuasannya menurun," lanjutnya.
Meski demikian, kata Burhan, secara total, tingkat kepuasan masyarakat terhadap pemerintah masih di atas 50 persen. Selain itu, Indikator mencatat, tingkat kepuasan terhadap Gugus Tugas Penanggulangan COVID-19 juga tinggi.
"Gugus Tugas ini lebih tinggi dari pemerintah pusat. Meski dibentuk pusat, tapi approval rating-nya lebih tinggi, jadi pemerintah pusat ini kan luas ya. Tapi dalam hal ini, yang jadi leading-nya Pak Terawan karena dia Menkesnya," jelas Burhan.
Dalam survei tersebut, total ada 63,7 persen masyarakat yang mengaku puas dengan kinerja Gugus Tugas. Sedangkan 24 persen mengaku kurang puas, 1,9 persen tidak puas, dan 10,4 persen tidak menjawab.
Jika dibandingkan dengan tingkat kepuasan terhadap pemerintah pusat, kepuasan terhadap gugus tugas di bulan Mei lebih tinggi 7,3 persen.
Survei ini dilakukan melalui sambungan telepon terhadap 1.200 responden yang sudah pernah diwawancara secara langsung oleh Indikator dengan metode tatap muka dalam dua tahun terakhir. Survei ini menggunakan metode simple ramdom sampling dengan margin of error sekitar 2,9 persen dan tingkat kepercayaan 95 persen.
-------------------------------------------------
Simak panduan lengkap corona di Pusat Informasi Corona. Yuk! bantu donasi atasi dampak corona.
