Taj Yasin Minta Warga Hormati Hak Angket Bupati Pati: Kita Gak Pakai Adat Hutan
·waktu baca 2 menit

Wakil Gubernur Jateng Taj Yasin Maimoen (Gus Yasin) meminta masyarakat menghormati proses pansus hak angket pemakzulan Bupati Pati Sudewo yang sedang diproses DPRD Pati.
"Nah, ini tahapan-tahapan yang saat ini sudah dimulai diambil alih oleh DPRD Kabupaten Pati. Dan kami berharap semuanya ini tunduk, kita tunggu bagaimana perkembangan," ujar Gus Yasin di Pendopo Kabupaten Pati, Minggu (17/8).
Gus Yasin mengatakan, proses hak angket ini merupakan bagian dari proses demokrasi. Sebab Indonesia merupakan negara hukum bukan negara hutan.
"Saat ini tentu kita nggak mau pakai adat hutan, kita ini negara Undang-undang, sudah diatur semuanya," jelas dia.
Meski begitu, ia menghormati tuntutan warga Pati yang menginginkan Sudewo lengser dari jabatannya.
"Kita hormati inilah demokrasi yang ada di negara kita. Inilah demokrasi yang ada di Jawa Tengah. Ini demokrasi yang ada di Pati," tegas Gus Yasin.
Selain itu, ia juga mengungkapkan saat ini roda kepemimpinan di Kabupaten Pati diambil alih oleh Wakil Bupati Pati Risma Ardhi Chandra karena Sudewo sedang sakit.
"Sementara ini (dipimpin) oleh pak wakil dan Forkopimda, ada ketua DPRD jadi kebersamaan ini harus kita rajut," imbuh dia.
Ia pun memberikan semangat kepada wakil bupati dan para ASN untuk terus memberikan pelayanan bagi masyarakat.
"Memberikan dorongan semangat kepada para ASN Forkopimda, wakil bupati tetap menjalankan pelayanan kepada masyarakat. Memberikan yang terbaik bagi masyarakat pembangunan harus berjalan bahwa tidak boleh pemerintahan itu berhenti," kata Gus Yasin.
