News
·
19 September 2020 14:26

Tak Ada Unsur Pidana, Kasus 5 Mayat di Kapal Nelayan Dihentikan

Konten ini diproduksi oleh kumparan
Tak Ada Unsur Pidana, Kasus 5 Mayat di Kapal Nelayan Dihentikan (171233)
Proses evakuasi jenazah 5 mayat di kapal nelayan oleh Polres Kepulauan Seribu. Foto: Dok. Istimewa
Hasil autopsi lima jasad anak buah kapal (ABK) KM Starindo Jaya Maju IV yang ditemukan di dalam freezer kapal sudah keluar. Hasilnya, 5 mayat di kapal nelayan itu meninggal karena miras oplosan.
ADVERTISEMENT
"Hasil autopsi kemarin memang dinyatakan kelima korban tersebut murni meninggal karena minum oplosan minuman keras," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Yusri Yunus, kepada wartawan di Jakarta, Sabtu (19/9).
Dengan hasil autopsi ini, Yusri mengungkapkan tidak ada yang bisa dijadikan tersangka dalam kasus tersebut. Musababnya, miras oplosan diracik sendiri oleh para korban.
Tak Ada Unsur Pidana, Kasus 5 Mayat di Kapal Nelayan Dihentikan (171234)
Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Yusri Yunus. Foto: Aria Pradana/kumparan
Yusri juga memastikan tidak ada unsur pidana dalam meninggalnya para ABK. Atas dasar pertimbangan tersebut, polisi memutuskan untuk menghentikan penyelidikan kasus ini.
"Kasusnya akan di-SP3 (Surat Perintah Penghentian Penyidikan) karena tersangkanya adalah korban sendiri," ucap Yusri.
Mayat kelima ABK ini ditemukan oleh anggota Polres Kepulauan Seribu saat melakukan Operasi Yustisi di kapal-kapal nelayan pada Kamis (17/9). Saat itu, petugas mendapati jumlah ABK kurang dari manifes.
ADVERTISEMENT
"Nakhoda dan ABK mengakui bahwa ada lima ABK-nya yang meninggal dunia dan ditaruh dalam freezer. Dari situlah terungkap," kata Kapolres Kepulauan Seribu AKBP Morry Edmond, Kamis (17/9).
Tak Ada Unsur Pidana, Kasus 5 Mayat di Kapal Nelayan Dihentikan (171235)
Proses evakuasi jenazah 5 mayat di kapal nelayan oleh Polres Kepulauan Seribu. Foto: Dok. Istimewa
Kelima mayat yang ditemukan di KM Starindo Jaya Maju IV adalah Muhammad Zulkarnain, Putra Enggal Pradana, Khairul Muttaqin, Miftahul Huda, Muhammad Son Haj.
Mereka tewas usai menenggak miras oplosan dengan kandungan alkohol 70 persen. Karena masih berada di laut, nakhoda Starindo Jaya Maju VI berinisiatif memasukkan jenazah ke freezer agar beku.
Mayat para ABK yang sempat diautopsi di RS Polri Kramat Jati kini telah dikembalikan ke keluarganya masing-masing.
=====
Simak panduan lengkap corona di Pusat Informasi Corona