Tak Dapat Izin China, Inggris Gagal Evakuasi Warganya dari Wuhan

kumparanNEWSverified-green

comment
3
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Polisi berjaga di dekat pengumuman penutupan Stasiun Kereta Api Hankou di Wuhan, Hubei, China. Foto: Chinatopix via AP
zoom-in-whitePerbesar
Polisi berjaga di dekat pengumuman penutupan Stasiun Kereta Api Hankou di Wuhan, Hubei, China. Foto: Chinatopix via AP

Pesawat jet komersial yang akan diberangkatkan Inggris ke Wuhan, China, gagal terbang pada Kamis (30/1) pagi. Inggris tak mendapat izin China untuk mengevakuasi 200 warganya dari zona merah penyebaran virus corona.

Pemerintah Inggris mengaku akan segera mengatasi penundaan ini. Mereka berjanji untuk sesegera mungkin menjadwalkan ulang penerbangan dan mengantongi restu China.

"Kami melakukan segala hal yang kami bisa untuk membuat orang-orang Inggris di Wuhan kembali dengan selamat," kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Inggris dilansir Independent.

Aktivitas petugas medis saat mengevakuasi korban virus corona di Wuhan di Provinsi Hubei, China. Foto: STR / AFP

"Penerbangan negara tidak dapat lepas landas seperti yang direncanakan sebelumnya," sambungnya.

Inggris sebelumnya telah merencanakan perjanjian untuk warganya jika sudah berhasil dievakuasi. Sebelum naik pesawat, penumpang diminta menandatangani kontrak persetujuan untuk dikarantina.

Jika menolak dikarantina, para penumpang tak akan dievakuasi dari Wuhan. Mereka nantinya dikarantina di pangkalan militer.

Petugas medis membawa seorang pasien yang diduga terkena virus Wuhan ke rumah sakit Jinyintan, China. Foto: AFP/STR

Mengutip BBC, seorang pria Inggris di Wuhan, Jeff Siddle, mengatakan, otoritas China menolak untuk memberikan izin kepada istrinya yang akan menemaninya kembali ke Inggris. Istrinya merupakan WN China. Sehingga, hanya Siddle dan putrinya saja yang boleh dievakuasi ke Inggris.

"Istri saya bingung, pihak berwenang China tidak mengizinkan penduduk China pergi," tutur Siddle.

kumparan post embed

"Saya harus membuat keputusan di mana anak perempuan saya yang berusia sembilan tahun, yang memiliki paspor Inggris, dan saya sendiri harus pergi meninggalkan istri saya di China --atau kami bertiga tinggal," tuturnya.

Sementara itu, AS dan Jepang berhasil mengevakuasi seluruh warganya di Wuhan. AS mengevakuasi 240 warganya, sementara Jepang mengevakuasi lebih dari 400 warganya dalam dua kali penerbangan.

kumparan post embed

Hingga kini, angka kematian akibat virus corona mencapai 170 jiwa. Hampir 6.000 orang di berbagai negara terjangkit virus mematikan ini.

Virus asal Wuhan itu diduga ditularkan dari kelelawar atau ular yang dijual di Pasar Huanan. Wuhan dan puluhan kota di Provinsi Hubei telah diisolasi.

Infografik Waspada Virus Corona. Foto: Andri Firdiansyah Arifin/kumparan