Taktik Polisi Tangkap YouTuber Ferdian Paleka

kumparanNEWSverified-green

google
Tambah ke Prefensi Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
21
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
YouTuber Ferdian Paleka mengenakan baju tahanan.  Foto: Rachmadi Rasyad/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
YouTuber Ferdian Paleka mengenakan baju tahanan. Foto: Rachmadi Rasyad/kumparan

Keberadaan YouTuber Ferdian Paleka sempat menjadi misteri. Polisi pun menetapkan tersangka kasus prank paket sembako berisi sampah terhadap transpuan/waria itu sebagai DPO.

Namun seperti pepatah, sepandai-pandainya tupai melompat pasti akan jatuh juga, Ferdian Paleka pun tertangkap di Tol Tangerang-Merak, Jumat (8/5) dini hari.

Direktur Kriminal Umum Polda Jabar, Kombes Hendra Suhartiyono, mengungkapkan taktik polisi dalam menangkap Ferdian Paleka. Polisi awalnya mengamankan ayah Ferdian, Herman.

"Kita sudah mengamankan untuk orang tuanya dulu, kita interview dan dapatlah satu titik di Ogan Ilir (sebelumnya disebut di Palembang)," kata Hendra di Mapolrestabes Bandung, Jumat (8/5).

YouTuber Ferdian Paleka dan dua rekannya mengenakan baju tahanan. Foto: Rachmadi Rasyad/kumparan

Selanjutnya, petugas melepas ayah Ferdian. Namun bukan sembarang melepas, polisi membuntuti ayah Ferdian yang diyakini masih berkomunikasi dengan anaknya itu.

"Kita ikutin dia ternyata ke arah Merak. Itu berarti ada komunikasi di antara orang tua dan FP (Ferdian)," ucapnya.

Polisi pun akhirnya bisa menangkap Ferdian di Tol Tangerang-Merak, Jumat (8/5). Kini, Ferdian bersama dua orang rekannya, M. Aidil dan Tubagus Fahddinar, mendekam di tahanan.

embed from external kumparan

Sementara itu, Kapolrestabes Bandung Kombes Ulung Sampurna Jaya mengatakan orang tua Ferdian saat ini masih diperiksa. Polisi masih mendalami, orang tua Ferdian ke arah Merak ingin menyembunyikan anaknya ataukah tidak.

"Status orang tuanya saat ini kita masih pendalaman masih pemeriksaan dengan penyidik, apakah orang tua itu memang terlibat ingin mengembalikan atau ingin menyembunyikan anak-anak tersebut," ujar Ulung.

kumparan post embed

(Simak panduan lengkap corona di Pusat Informasi Corona)

*****

Yuk! bantu donasi atasi dampak corona.