Takut Sebar Corona, Kapal Pesiar Holland America Ditolak Berlabuh di 5 Negara

Penyebaran virus corona di kapal pesiar Diamond Princess Jepang berdampak pada pelayaran lainnya. Kapal pesiar MS Westerdam milik Holland America belum bisa berlabuh bahkan ditolak 5 negara karena takut ada wabah corona.
Dilansir NY Post, Thailand menjadi negara terbaru yang menolak kapal berpenumpang 2.257 orang itu (1.455 penumpang dan 802 kru). Padahal, kru sudah meyakinkan tidak ada seorang pun di kapal terinfeksi virus corona.
Kapal itu berlayar ke arah barat, sekitar 60 mil di lepas pantai selatan Vietnam pada Selasa pagi. Holland America mengumumkan penumpang akan turun di Bangkok, Thailand, Kamis (13/2).
"Saya telah mengeluarkan perintah. Izin untuk berlabuh ditolak," ujar Menteri Kesehatan Masyarakat Thailand, Antuin Charnvirakul, dalam akun Facebook dikutip dari Strait Times.
Senada, Wakil Menteri Transportasi Atirat Ratanasate menyebut, kapal tidak dapat berlabuh di pantai negara itu. "Dengan senang hati [kami] akan membantu menyediakan bahan bakar, obat-obatan, dan makanan," tuturnya.
Kapal MS Westerdam telah berlayar 14 hari di kawasan Asia Timur dan meninggalkan Hong Kong pada 1 Februari. Sebelum Thailand, MS Westerdam juga telah dilarang berlabuh di Jepang, Taiwan, Filipina, dan Guam, kawasan teritori AS. Penolakan ini memicu frustrasi dan kesedihan di antara penumpang yang terdampar.
"MS Westerdam membutuhkan bantuan pemerintah AS," tulis salah seorang penumpang, Scott Willett, dalam akun Twitter.
"[Sebanyak] 600 orang Amerika terjebak di laut, termasuk putriku yang membutuhkan perawatan medis," sambungnya.
Steve Muth, dari Onsted, Michigan, penumpang yang juga berada di kapal bersama istri dan anaknya, mengatakan kapal itu seakan 'melayang' tanpa tujuan.
"Kami mengambang di sekitar lautan. Kami pada dasarnya telah ditolak setiap pelabuhan, setiap negara, sejak meninggalkan Hong Kong," tuturya.
Dilansir Business Insider, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menenangkan para penumpang bahwa kemungkinan Thailand akan mengerahkan tim medis ke kapal untuk menentukan status kesehatan para penumpang dan awak. Sehingga, mereka dapat berlabuh di Bangkok.
“Kami perlu memastikan bahwa tidak ada reaksi berlebihan atau tak siaga. Kami membutuhkan pendekatan manajemen risiko yang tepat untuk ini," ujar Direktur eksekutif program kedaruratan kesehatan WHO, dr. Mike Ryan.
“Kita harus meminimalkan risiko. Kita harus melindungi orang dan siap untuk bereaksi dengan tepat jika sesuatu yang tidak diinginkan atau sesuatu yang tidak terduga terjadi," tuturnya.
Meski begitu, Ryan memastikan kapal tersebut memiliki persediaan bahan bakar dan makanan yang cukup untuk bertahan hingga akhir perjalanan.
"Ini adalah situasi yang sangat dinamis," tuturnya.
Sejauh ini, virus corona telah menewaskan 1.068 orang dan menjangkiti hampir 45 ribu orang di 28 negara. Virus asal Wuhan, China itu juga menyebar ke Kapal Pesiar Diamond Princess Jepang dengan total 174 penumpang positif virus corona.
