Taliban Desak Warga Afghanistan untuk Pulang dan Tinggalkan Bandara Kabul

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Orang-orang Afghanistan naik ke atas sebuah pesawat saat mereka menunggu di bandara Kabul di Kabul pada 16 Agustus 2021. Foto: WAKIL KOHSAR / AFP)
zoom-in-whitePerbesar
Orang-orang Afghanistan naik ke atas sebuah pesawat saat mereka menunggu di bandara Kabul di Kabul pada 16 Agustus 2021. Foto: WAKIL KOHSAR / AFP)

Kerusuhan di Bandara Hamid Karzai, Kota Kabul, masih belum mereda. Masih banyak warga Afghanistan yang mencoba masuk ke dalam bandara untuk dapat pergi meninggalkan negaranya.

Menurut seorang pejabat NATO yang dibenarkan anggota Taliban, sebanyak 12 orang tewas, baik di dalam maupun di luar bandara, sejak Minggu (15/8). Kematian para korban disebabkan oleh tembakan senjata api atau terinjak-injak.

Anggota Taliban yang tak mau disebutkan namanya itu mendesak warga Afghanistan yang tak memiliki dokumen-dokumen perjalanan untuk pulang ke rumah.

kumparan post embed

“Kami tak ingin melukai siapa-siapa di bandara,” kata pejabat Taliban tersebut, sebagaimana dikutip dari Reuters.

Sekitar 8.000 orang sudah pergi meninggalkan Afghanistan sejak Minggu. Saat ini, pasukan AS menguasai kompleks bandara sementara pasukan Taliban berpatroli di luar bandara.

Seorang pria menarik seorang gadis untuk masuk ke dalam Bandara Internasional Hamid Karzai di Kabul, Afghanistan 16 Agustus 2021. Foto: REUTERS/Stringer

Situasi pada hari Kamis (19/8) sudah lebih tenang dibandingkan dengan hari sebelumnya. Para Rabu (18/8), para pasukan bersenjata Taliban mencegah orang-orang yang berusaha memasuki bandara.

“Kondisinya sangat kacau. Taliban melepaskan tembakan ke udara, mendorong orang, memukuli mereka dengan AK-47,” ujar seorang warga yang mencoba untuk keluar dari Afghanistan.

Seorang pejabat tinggi Taliban menyebut, para pasukan melepaskan tembakan ke udara sebagai upaya dalam membubarkan kerumunan warga.

kumparan post embed

Saat ini, Amerika Serikat dan sejumlah negara Barat tengah menggencarkan proses evakuasi warga negaranya serta staf mereka yang berkewarganegaraan Afghanistan.

Presiden Joe Biden menegaskan bahwa tentara AS akan terus berjaga di Afghanistan hingga seluruh warga negara AS berhasil dievakuasi dengan selamat, bahkan jika melebihi tenggat waktu yang sudah ditentukan (31 Agustus).

Pengungsi Afghanistan memadati pesawat angkut C-17 Globemaster III Angkatan Udara AS yang membawa sekitar 640 warga Afghanistan ke Qatar dari Kabul, Afghanistan, Minggu (15/8/2021). Foto: Defense One via Reuters

Sebuah foto yang menunjukkan ratusan warga Afghanistan berdesakan dalam sebuah pesawat kargo AS beredar luas di jejaring sosial pada Rabu (18/8).

Sebanyak 640 orang, mulai dari lelaki, perempuan, dan anak-anak duduk berdempetan di lantai pesawat. Mereka semua mencoba melarikan diri dari negaranya yang kini sudah jatuh ke tangan kelompok Taliban.

Taliban sendiri telah menyuarakan janji-janjinya untuk lebih moderat dibandingkan dengan kepemimpinan mereka pada 1996-2001 lalu.

Mereka mengutarakan komitmennya untuk tidak menaruh dendam, melindungi kebebasan pers, serta menghormati hak-hak wanita berdasarkan syariat Islam.

Tetapi nyatanya, janji-janji tersebut tak bisa meyakinkan seluruh warga Afghanistan yang memilih untuk meninggalkan negara tersebut.

kumparan post embed