Taliban Wajibkan Mahasiswi Pakai Cadar di Kampus

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
5
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi cadar. Foto: Pixabay
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi cadar. Foto: Pixabay

Otoritas pendidikan Taliban pada Sabtu (4/9) mengeluarkan dokumen yang mengatur berjalannya pendidikan bagi perempuan di universitas dan sekolah tinggi Afghanistan.

Dikutip dari AFP, salah satu aturan yang dikeluarkan adalah mahasiswi wajib menggunakan abaya dan nikab (cadar).

Dalam peraturan ini, tidak ada perintah perempuan harus menggunakan burkak seperti dulu. Tetapi, penggunaan nikab atau cadar dianggap cukup efektif dalam menutup sebagian besar bagian wajah.

kumparan post embed

Selain itu, kelas antara perempuan dan lelaki juga harus dipisah. Jika tidak memungkinkan, area perempuan dan lelaki paling tidak harus dipisahkan dengan menggunakan tirai.

Selain itu, kelas para mahasiswi harus diajar oleh dosen perempuan.

“Universitas diwajibkan untuk merekrut tenaga pengajar perempuan untuk siswa perempuan,” tulis dekrit tersebut.

Jika universitas tidak bisa merekrut tenaga pengajar perempuan, maka institusi tersebut harus merekrut tenaga pengajar lelaki berusia lanjut yang memiliki catatan perilaku yang baik.

Ilustrasi Burka. Foto: Pixabay

Selain ruang kelas yang dipisah, siswa lelaki dan perempuan diharuskan menggunakan pintu masuk dan keluar kampus yang berbeda.

Kelas perempuan juga harus selesai lima menit lebih awal dibandingkan lelaki untuk mencegah mereka bertemu di luar ruangan. Perempuan diharuskan untuk menunggu di ruang tunggu hingga para mahasiswa laki-laki telah sepenuhnya meninggalkan gedung kampus.

“Secara praktis, ini adalah rencana yang sulit. Kita tidak memiliki jumlah tenaga pengajar perempuan yang cukup atau ruang kelas untuk memisahkan para mahasiswi,” ujar seorang profesor yang menolak menyebutkan namanya.

kumparan post embed

Tetapi, melihat bahwa mereka sekarang mengizinkan perempuan untuk bersekolah dan mengenyam pendidikan tinggi, adalah langkah positif yang besar."

Dekrit ini akan diterapkan di seluruh sekolah tinggi dan universitas swasta di Afghanistan. Pengumuman soal kebijakan ini dilakukan menyambut dimulainya tahun ajaran baru universitas pada Senin (6/9).

Kuliah lagi? Why not banget! Foto: Istimewa

Taliban sebelumnya telah mengutarakan janji-janjinya untuk lebih moderat dibandingkan dulu. Pada masa pemerintahan mereka yang sebelumnya (1996-2001), Taliban tidak mengizinkan perempuan Afghanistan untuk bersekolah dan bekerja.

Mereka juga mewajibkan seluruh perempuan untuk mengenakan burkak dan didampingi oleh kerabat laki-laki ketika bepergian keluar rumah.

Kini, Taliban berjanji untuk membentuk pemerintahan yang lebih inklusif, meskipun perempuan kemungkinan besar tidak akan ditunjuk untuk memegang jabatan tinggi.

Dalam 20 tahun terakhir, sejak pemerintahan Taliban terdahulu digulingkan, pendaftaran mahasiswa universitas meningkat dengan tajam, terutama oleh para perempuan.

Sebelum Taliban kembali menguasai Afghanistan, perempuan dapat belajar bersama laki-laki di ruang kelas yang sama dan mendatangi berbagai seminar yang dihelat oleh dosen laki-laki.

Tetapi, dalam beberapa tahun terakhir, acap kali terjadi serangan fatal di berbagai sarana pendidikan. Taliban dengan tegas membantah tuduhan bahwa mereka yang melancarkan serangan-serangan tersebut.

kumparan post embed