Taman Nasional Tanjung Puting, Kalteng, Kebakaran

Taman Nasional Tanjung Puting (TNTP) di Kabupaten Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah, mengalami kebakaran. Kawasan hutan konservasi yang menjadi tempat perlindungan orang utan itu terbakar pada Jumat (23/8) siang.
Kepala Balai TNTP Helmi membenarkan kebakaran yang terjadi di kawasan wisata fauna endemik Indonesia itu. Hingga berita ini ditulis, pemadaman di Tanjung Puting masih berlangsung.
"Masih terus pemadaman, juga dibantu helikopter untuk water bombing," kata Helmi kepada kumparan lewat pesan singkat, Jumat (23/8).
Berdasarkan data Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) dalam Strategi dan Rencana Aksi Konservasi (SRAK) Orang Utan Indonesia 2019-2029, Tanjung Puting merupakan rumah dari 4.180 orang utan kalimantan.
Selain menjadi hutan konservasi, Tanjung Puting juga merupakan kawasan wisata yang kerap dikunjungi turis mancanegara. Menurut data yang dihimpun Balai TNTP, tahun 2018, jumlah wisatawan asing ke Tanjung Puting mencapai 18.834 orang. Sedangkan, wisatawan domestik jumlahnya hanya 10.449 orang. Sejak tahun 2012, TNTP memang lebih banyak dikunjungi wisatawan asing ketimbang domestik.
Sebelum ini, kebakaran di Tanjung Puting juga pernah terjadi tahun 2015 lalu. Hal itu membuat orang utan banyak terkena infeksi saluran pernafasan akut (ISPA).
"2015 lalu hampir 90.000-an ha yang terbakar, kalau dampak ke orang utan di TNTP yang langsung ada 1 yang jadi korban terbakar dan kami temukan tulangnya hampir setahun setelahnya. Kalau dampaknya ke orang utan ya mirip manusia, ISPA kebanyakan, tetapi kami tidak temukan di Tanjung Puting," terang Humas Balai TNPT Efan Ekananda kepada kumparan, beberapa waktu lalu.
