Tampang Ken dan Dwi Hartono Otak Penculikan dan Pembunuhan Pegawai Bank

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
5
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Kolase foto otak penculikan dan pembunuhan pegawai bank, C alias Ken, saat ditangkap polisi di PIK (kiri) dan Dwi Hartono (40), salah satu otak pelaku penculikan dan pembunuhan pegawai bank (kanan). Foto: Dok. Youtube/Klan Hartono, Istimewa
zoom-in-whitePerbesar
Kolase foto otak penculikan dan pembunuhan pegawai bank, C alias Ken, saat ditangkap polisi di PIK (kiri) dan Dwi Hartono (40), salah satu otak pelaku penculikan dan pembunuhan pegawai bank (kanan). Foto: Dok. Youtube/Klan Hartono, Istimewa

Kasus penculikan dan pembunuhan pegawai bank, Muhammad Ilham Pradipta (37), terungkap. Sebanyak 12 warga sipil ditangkap polisi. Kasus ini juga melibatkan dua anggota TNI. Keduanya ditahan di Pomdam Jaya.

Sementara itu, ada satu pelaku lain yang masih diburu polisi.

Motif penculikan dan pembunuhan ini karena rekening dormant. Tersangka menculik Ilham untuk memuluskan rencana memindahkan dana dari rekening dormant.

Dalam kasus ini terkuak otak penculikan dan pembunuhan tersebut. Mereka adalah C alias Ken dan DH alias Dwi Hartono.

Ken ditangkap di PIK, Jakarta Utara, pada Minggu (24/8) sore. Terpisah dari tiga pelaku lainnya, yakni YJ, AA, dan DH alias Dwi Hartono yang ditangkap di Solo, Jawa Tengah pada Sabtu (23/8).

Siasat Jahat Ken dan Dwi Hartono

Tersangka kasus penculikan-pembunuhan pegawai bank saat konferensi pers di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Selasa (16/9/2025). Foto: Nasywa Athifah/kumparan

Informasi soal rekening dormant itu dimiliki oleh Ken dari kenalannya berinisial S. Ia lalu memberitahukan hal itu ke Dwi Hartono.

Rencana penculikan dan tim untuk menculik pun akhirnya dibentuk. Mereka kemudian menyewa sejumlah eksekutor untuk mengintai dan menculik kepala cabang bank tersebut.

Rencana awal, Ilham diculik dan dibawa ke safehouse untuk dipaksa memindahkan uang dari rekening dormant.

Namun, selama penculikan Ilham dianiaya oleh pelaku hingga ia lemas. Hal ini yang membuat Ilham meninggal dunia karena mengalami kekerasan benda tumpul pada bagian lehernya.

Jasad Ilham ditemukan di sebuah lapangan di Kampung Karang Sambung, Desa Nagasari, Kecamatan Serang Baru, Kabupaten Bekasi, pada Kamis (21/8) lalu.

Dalam kasus ini para tersangka dijerat penculikan yang berujung kematian.

"Ancaman hukumannya adalah selama-lamanya 12 tahun," ujar Dirreskrimum Polda Metro Jaya, Kombes Pol Wira Satya Triputra.

kumparan post embed