Tampil Berambut Panjang, Nani Berhijab saat Titipkan Sate Beracun ke Ojol

kumparanNEWSverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Polisi menunjukkan barang bukti dan NA (25) warga Majalengka terduga pelaku pengiriman sate beracun yang menewaskan Naba Faiz Prasetya (10) saat rilis kasus di Polres Bantul, D.I Yogyakarta, Senin (3/5). Foto: Andreas Fitri Atmoko/ANTARA FOTO
zoom-in-whitePerbesar
Polisi menunjukkan barang bukti dan NA (25) warga Majalengka terduga pelaku pengiriman sate beracun yang menewaskan Naba Faiz Prasetya (10) saat rilis kasus di Polres Bantul, D.I Yogyakarta, Senin (3/5). Foto: Andreas Fitri Atmoko/ANTARA FOTO

Nani Aprilliani Nurjaman (25) ditangkap polisi 4 hari setelah aksinya mengirim sate beracun sianida untuk Tomy, warga Kasihan, Bantul, yang juga mantan kekasihnya.

Nani menitipkan pesanannya kepada driver ojol bernama Bandiman (47) tanpa melalui aplikasi dengan ongkos Rp 30 ribu pada Minggu, 25 April 2021.

Polisi menunjukkan NA (25) warga Majalengka terduga pelaku pengiriman sate beracun yang menewaskan Naba Faiz Prasetya (10) saat rilis kasus di Polres Bantul, D.I Yogyakarta, Senin (3/5). Foto: Andreas Fitri Atmoko/ANTARA FOTO

Saat memberikan sate beracun sianida itu, Nani mengenakan hijab dan jaket berwarna krem. Dia tidak mengenakan masker. Nani mengendarai motor matik, helm merek INK warna merah, dan sandal jepit warna hitam. Barang-barang ini ditampilkan dalam jumpa pers di Polres Bantul, Senin (3/5).

Namun saat jumpa pers tersebut, perempuan asal Majalengka ini tak mengenakan hijab. Dia mengenakan baju tahanan warna biru, memakai masker, dan menguncir rambut panjangnya.

Bandiman (47) ayah dari anak berinisial N (8) meregang nyawa usai menyantap takjil sate ayam di Sewon, Kabupaten Bantul, Minggu (25/4). Foto: Dok. Istimewa

Tidak dijelaskan apakah hijab tersebut merupakan cara Nani untuk menyamarkan identitasnya. Juga tidak dijelaskan apakah saat membeli sate dia memakai hijab atau tidak.

Yang jelas, jaket warna krem Nani menjadi petunjuk.

Jaket warna krem dikenakan Nani saat dia menyerahkan sate beracun kepada Bandiman, driver ojol. Namun, ternyata jaket tersebut telah dibuang.

"Kita cari satu per satu, dapat profil, salah satu kunci memakai jaket warna krem tapi sudah dibuang. Itu menjadi salah satu kunci pengungkapan. Sama bungkus sate bisa menunjukkan tempat di mana beli satenya. Ketemulah rangkaian saksinya ini," ujar Direskrimum Polda DIY Kombes Pol Burkan Rudy Satria di Polres Bantul.

Direskrimum Polda DIY Kombes Pol Burkan Rudy Satria di Polres Bantul, Senin (3/5). Foto: Arfiansyah Panji Purnandaru/kumparan

Namun hingga kini polisi mengaku masih kesulitan mengungkap kasus ini secara utuh. Sebab polisi menyebut Nani introvert sehingga tak mudah mengulik aksinya.

Yang jelas motif Nani mengirim sate beracun sianida karena sakit hati dengan Tomy yang tak jadi menikahinya. Polisi menyebut Tomy adalah duda dan sudah menikah lagi 2 tahun yang lalu.

Beredar kabar Tomy adalah polisi berpangkat aiptu. Namun, Kombes Burkan menegaskan Tomy adalah PNS.

"Identitas T, pegawai negeri," ujarnya.

***

Saksikan video menarik di bawah ini: