Tangis Taswin: Buruh Tani, Kini Injakkan Kaki di Tanah Suci
ยทwaktu baca 2 menit

Raganya tak lagi muda. Namun semangatnya terlihat tidak pudar. Senyum ramahnya bahkan terlihat dari kejauhan. Sambil menunggu untuk naik bus menuju hotel di dekat Masjid Nabawi, zikirtak henti ia ucapkan.
Namanya Taswin, pria asal Langkat berumur 67 tahun ini akhirnya bisa berhaji. Sudah belasan tahun lamanya ia menunggu sejak pertama mendaftar. Baru 2026 ia bisa menginjakkan kaki di tanah suci.
"13 tahun (menunggu berangkat haji)," kata Taswin saat ditemui di Bandara Prince Mohammad Bin Abdul Aziz, Madinah, Kamis (23/4).
Taswin bukan orang berada. Dia harus nabung sedikit demi sedikit dari hasil bertani untuk bisa berhaji.
"Saya orang, gimana ya, kerjanya itu buruh tani lah katakan. Nabung setoran pertama ini kalau ada rejeki kita tabung sedikit-sedikit," kata dia.
Ia sangat bersyukur bisa berhaji.
"Alhamdulillah rasanya, tak bisa diungkapkan, bersyukur saja," ucapnya.
Tak terasa saat bercerita, air mata Taswin berkaca-kaca. Matanya memerah. Rasa syukur terlihat jelas dari raut wajahnya.
"Iya seperti mimpi lah. Saya ini orang susah, rasanya nih ini memang mungkin panggilan Allah untuk saya bisa sampai ke sini," lanjutnya.
Dia berpesan kepada keluarganya di rumah untuk menabung agar bisa menunaikan ibadah haji.
"Buat keluarga di rumah bekejalah sebaik-baiknya, nabunglah supaya bisa berangkat ke tanah Suci ini," ungkapnya.
Hal senada dirasakan oleh Wardiati (63). Perempuan yang tak lagi muda ini juga menunggu 13 tahun untuk bisa berhaji.
Ia mengaku sangat bahagia hingga akhirnya bisa tiba di Madinah.
"Senang sedih bahagia bercampur. Semua. Bisa diberikan Allah kemari alhamdulillah meskipun kita sekian tahun menunggu disampaikan Allah, alhamdulillah," pungkasnya.
Jemaah haji asal Indonesia memang mulai berdatangan ke Madinah. Hingga Kamis (23/4) sudah ada 18 kloter yang tiba. Mulai dari embarkasi Jakarta, Banten, Yogyakarta, hingga Langkat.
