Tanjakan Selarong Puncak yang Tiap Tahun Makan Korban

kumparanNEWSverified-green

clock
comment
5
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Kecelakaan Beruntun di Kawasan Puncak. (Foto: Dok. Istimewa)
zoom-in-whitePerbesar
Kecelakaan Beruntun di Kawasan Puncak. (Foto: Dok. Istimewa)

Dicky berdiri di pinggir Jalan Raya Ciawi-Cianjur. Lokasi jalan itu tidak jauh dari rumahnya. Sehingga, Dicky tahu jika ada peristiwa besar di ruas jalan yang sering dilalui bus besar itu.

Jalan yang menanjak itu lebih dikenal dengan nama Tanjakan Selarong. Nama itu diambil dari sebuah hotel yang letaknya tidak jauh dari sana.

Pada Sabtu (23/4), Dicky ikut sibuk seperti warga desa Cipayung, Bogor, Jawa Barat lainnya. Dia turun ke jalan membantu proses evakuasi korban tabrakan bus. "Daerah ini memang sudah sering terjadi kecelakaan. Biasanya karena rem blong," katanya ketika sedang menolong korban kecelakaan.

Baca : Kisah Tanjakan Maut Selarong Puncak

Hotel Selarong di Puncak, Bogor (Foto: Aditia Rizki/kumparan)
zoom-in-whitePerbesar
Hotel Selarong di Puncak, Bogor (Foto: Aditia Rizki/kumparan)

Apa yang diucapkan Dicky benar. Tercatat, dalam tiga tahun terakhir, selalu ada kecelakaan besar di Tanjakan Selarong. Di tiap peristiwa nahas yang terjadi, selalu terenggut korban jiwa.

Di penghujung 2015 misalnya. Tepatnya, pada Minggu (6/12/2015). Kala itu bus milik TNI AD secara tiba-tiba mengalami rem blong. Akibatnya, terjadi kecelakaan yang melibatkan dua bus, satu mobil, dan tiga sepeda motor. Kejadian itu membuat tiga orang tewas dan tiga luka-luka.

Dua bulan berselang, kejadian serupa kembali terulang. Di hari Minggu (14/2/2016), bus Mulya Sari juga mengalami rem blong. Kendaraan yang sedang melaju dari Puncak menuju Bogor, menghantam tujuh kendaraan di sekitarnya.

Proses evakuasi kecelakaan di Puncak selesai (Foto: Aditia Rizki/kumparan)
zoom-in-whitePerbesar
Proses evakuasi kecelakaan di Puncak selesai (Foto: Aditia Rizki/kumparan)

Insiden yang terjadi siang hari itu, sekitar 12.00 WIB, menewaskan dua orang. Mereka adalah pengemudi bus dan pengemudi truk yang ditabrak.

Setelah beberapa kali terjadi kecelakaan di tempat yang sama, polisi sempat menempelkan papan berisi peringatan bagi pengguna jalan. Namun, tampaknya maut tidak dapat ditolak.

Baca : Kronologi Kecelakaan Maut Akibat Bus Alami Rem Blong di Puncak

Buktinya kecelakaan kembali terjadi pada Sabtu (22/4). Kali ini mungkin yang paling banyak menelan korban jiwa. Bus HS Transpot yang berjalan dari Puncak menuju Bogor, menabrak 12 kendaraan di dekatnya. Tabrakan itu membuat empat orang merenggang nyawa.

Ketika tabrakan terjadi, polisi menyebut, jalan dalam keadaan baik. Cuaca juga tengah cerah. Sehingga diduga kesalahan ada pada pengemudi bus yang menabrak.

Baca : Tabrakan Beruntun di Puncak Akibat Human Error

Kecelakaan di Kawasan Puncak Bogor (Foto: Dok. Istimewa)
zoom-in-whitePerbesar
Kecelakaan di Kawasan Puncak Bogor (Foto: Dok. Istimewa)

Sopir yang bernama Bambang Herwono pun ditetapkan sebagai tersangka. Menurut polisi, kelalaian Bambang membuat hilangnya nyawa orang lain.

Meski demikian, belum ada penjelasan yang jelas sebab terus berulangnya kecelakaan di Tanjakan. Kita hanya bisa semakin berhati-hati dan berharap tidak ada korban sia-sia berikutnya.

video youtube embed