Tasik Belum Ajukan PSBB ke Menkes, tapi Masih Karantina Wilayah

kumparanNEWSverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Jalan KHZ Mustafa di Kota Tasikmalaya yang sepi saat lockdown. Foto: Dok.istimewa
zoom-in-whitePerbesar
Jalan KHZ Mustafa di Kota Tasikmalaya yang sepi saat lockdown. Foto: Dok.istimewa

Pemerintah Kota (Pemkot) Tasikmalaya hingga saat ini belum mengajukan Pembatasan Sosial Skala Besar (PSBB) ke Menkes Terawan.

"Belum masih dikalkulasi semua kemampuan dan risikonya," ujar Wali Kota Tasikmalaya Budi Budiman, Selasa (7/4).

Meski demikian, Pemkot Tasikmalaya masih memberlakukan karantina wilayah demi cegah corona. Sejumlah ruas jalan di Kota Tasikmalaya juga masih dipasangi barrier.

Jalan Pemuda menuju Taman Kota dan Alun-alun Kota Tasikmalaya saat lockdown. Biasanya area ini dipadati kendaraan bermotor. Foto: Dok. istimewa

Jalan raya terlihat lenggang. Pertokoan di Jalan HZ Mustofa diberlakukan penutupan jalan dari arah Masjid Agung pada sejak pukul 11.00 WIB hingga pukul 17.00 WIB. Penutupan Jalan HZ Mustofa merupakan salah satu upaya pembatasan wilayah, supaya tidak ada kerumunan.

Jalan KHZ Mustafa di Kota Tasikmalaya yang sepi saat lockdown. Foto: Dok.istimewa

Pemkot Tasikmalaya juga membangun posko di 9 titik perbatasan. Rinciannya adalah Terminal Awipari, Simpang Tiga Mangin, Rest Area Urug Kawalu, Asta Ciebuti Kawalu, Cibuninggeulis Bantar, Terminal Indihang, Pertigaan Bojong Jengkol, Babakan Jawa Indihiang dan pos Karanggresik.

Setiap orang yang masuk ke Tasikmalaya dari manapun daerahnya akan dicek kesehatannya oleh petugas yang berjaga.

---------

kumparanDerma membuka campaign crowdfunding untuk bantu pencegahan penyebaran corona virus. Yuk, bantu donasi sekarang!