Taufik Ingin Cawagub DKI Divoting Terbuka: Hindari Money Politics

DPRD DKI masih menggelar Rapat Pimpinan Gabungan (Rapimgab) membahas tata tertib (tatib) pemilihan cawagub DKI. Seperti hari ini, Selasa (18/2), DPRD membahas sejumlah opsi, di antaranya soal paripurna terbuka atau tertutup, dan opsi membuka dialog antara DPRD dengan cawagub atau proper test saat paripurna.
Wakil Ketua DPRD DKI M Taufik mengatakan lebih setuju voting berlangsung secara terbuka. Artinya, itu bisa disaksikan oleh publik.
“Kalau saya maunya terbuka. Pertama, kan katanya kita mau transparan kepada publik, ya mesti terbuka juga kepada publik saya milih A, saya milih B. Itu bagian dari bentuk pertanggungjawaban kepada konstituen," kata Taufik di gedung DPRD DKI, Jakarta, Selasa (18/2).
Menurut Taufik, hal itu bentuk transparansi kepada publik. Selain itu, pemilihan yang terbuka juga untuk menghindari potensi maupun tuduhan politik uang dalam pemilihan.
“Yang kedua supaya tidak ada suudzon (prasangka buruk) . Kalau tertutup kan bisa ada money politics. Kalau terbuka kan enggak bisa,” ucap politikus Gerindra itu.
Rapimgab hari ini merupakan kelanjutan untuk penyempurnaan tatib yang telah dibahas dalam rapat sebelumnya. Setelah ini, DPRD DKI akan melanjutkan pengesahan tatib pemilihan cawagub di paripurna.
Setelahnya akan ditentukan panitia pemilihan (panlih) untuk mengatur teknis pemilihan wagub. Selanjutnya, akan digelar paripurna pemilihan cawagub DKI.
Saat ini, Gerindra dan PKS masing-masing mengutus satu orang menjadi cawagub DKI. Mereka yakni Ahmad Riza Patria dan Nurmanjah Lubis.
