Tawuran Pemuda di Makassar: Anak Panah Salah Sasaran, Molotov Bakar Rumah Warga
24 September 2025 7:29 WIB
·
waktu baca 3 menit
Tawuran Pemuda di Makassar: Anak Panah Salah Sasaran, Molotov Bakar Rumah Warga
Dua kelompok pemuda di Kota Makassar, Sulawesi Selatan, kerap tawuran dalam sepekan ini.kumparanNEWS

ADVERTISEMENT
Dua kelompok pemuda di Kota Makassar, Sulawesi Selatan, tepatnya pemuda Jalan Layang dengan Jalan Kandea Lorong 148, kerap tawuran sepekan terakhir ini.
ADVERTISEMENT
Aksi saling serang itu merasahkan warga. Sebab mereka tidak hanya saling lempar batu atau menghajar lawannya, tapi menggunakan anak panah. Senjata itu mengenai warga yang tidak terlibat tawuran.
Ada tiga korban salah sasaran tersebut, yakni Fadil (26 tahun) yang terkena di mata kiri, Arsyad (36) di betis, serta Nova Aisyah M (17) di leher belakang.
Salah satu korban, Nova, bercerita ia dipanah oleh dua orang tak dikenal (OTK) di depan rumahnya, Jalan Lembo, Kecamatan Tallo, Kota Makassar, yang juga merupakan lokasi tawuran antar pemuda sepekan terakhir ini.
“Saya di depan rumah,” kata Nova kepada perawat di Rumah Sakit Primaya Makassar.
Dia menceritakan, saat itu situasi di sekitar rumahnya kondusif. Karena malam hari, dia diminta untuk memasukkan motornya.
ADVERTISEMENT
Tapi, tiba-tiba kunci motornya terjatuh. Di saat bersamaan, terdapat dua orang tak dikenal berboncengan sepeda motor melintas dan melepaskan anak panah ke arah rumahnya.
“Ada naik motor. Dia ma patte (melepaskan) panah busur ke lantai tiga rumahnya. Terus, saat mau buka pagar, tiba-tiba ada sesuatu tertancap di leherku. Saya kira batu,” beber dia.
Pakai Molotov
Para pelaku tawuran itu juga menggunakan molotov. Akibatnya sebanyak lima rumah warga di lokasi tawuran terbakar.
“Dilempar bom molotov itu rumah baru api menjalar. Awalnya itu hanya saling lempar batu dan saling busur," kata warga sekitar, Fadil kepada wartawan di lokasi kejadian, Selasa (23/9).
Sementara itu, Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin mengatakan, selain rumah, terdapat kendaraan yang ikut terbakar.
ADVERTISEMENT
“Ada lima unit rumah (terbakar) dan satu mobil,” kata Munafri.
Bakar Kendaraan Warga
Aksi pembakaran juga dilakukan pelaku tawuran terhadap kendaraan milik warga. Saripah (38 tahun), wanita yang berprofesi sebagai ojek online (ojol) di Makassar, menjadi korbannya. Motornya yang diparkir di depan rumah hangus terbakar.
“Saya tadi pagi baru mau keluar untuk ngojek, tapi saya dapati motor sudah hangus dibakar,” kata Saripah, Senin (23/9).
Saripah bercerita, Minggu malam (22/9) ia pulang dari bekerja saat tawuran berlangsung. Polisi sempat membubarkan massa sehingga situasi terlihat kondusif. Merasa aman, ia memarkir motornya di depan rumah karena tak ada tempat untuk menyimpannya di dalam.
Namun, Senin pagi saat hendak bekerja, ia syok mendapati motornya sudah gosong. Api sudah padam ketika ia keluar rumah dengan jaket ojolnya.
Motor suami Saripah juga ikut terbakar. Padahal motor itu cicilannya belum lunas dan diperlukan untuk korban bekerja sebagai buruh angkut kaca.
ADVERTISEMENT
“Motor suami juga dibakar. Sekarang saya tidak tahu bagaimana cari uang. Saya cuma ojol, suami buruh angkut kaca harian. Saya punya empat anak, dan sekarang sudah tidak bisa kerja karena tidak ada motor,” ujarnya dengan suara bergetar.
Saripah hanya bisa pasrah, namun berharap ada keadilan.
“Saya sudah lapor ke Polrestabes Makassar. Semoga para pelaku segera ditangkap,” harapnya.
Kata Polisi soal Tawuran
Kapolsek Tallo, Kompol H. Syamsuardi, menyebut kedua kelompok pemuda yang tawuran itu saling kenal.
"Kalau ketemu di luar, kayak tidak terjadi apa-apa; tapi kalau sudah di lokasi (tempat bentrok) dan ada bunyi petasan langsung semua saling serang," kata Syamsuardi, Selasa (23/9).
"Mereka tidak kenal waktu kalau tawuran. Mau malam, siang, subuh, hujan ataukah panas, kalau ada kode petasan langsung perang, baik itu anak-anak hingga dewasa," ujarnya.
ADVERTISEMENT
Polsek Tallo bersama Polrestabes Makassar kini menurunkan tim gabungan berisi 30 personel untuk berjaga 24 jam di lokasi.
