Teka-teki Mayat Wanita Dibungkus Karpet Merah di Banten: Korban Dibunuh di Truk

kumparanNEWSverified-green

ยทwaktu baca 2 menit

comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Kapolres Serang, AKBP Mariyono, saat ekspose perkara pembunuhan wanita yang dibungkus karpet. Foto: Dok. Istimewa
zoom-in-whitePerbesar
Kapolres Serang, AKBP Mariyono, saat ekspose perkara pembunuhan wanita yang dibungkus karpet. Foto: Dok. Istimewa

Teka-teki penemuan mayat wanita dibungkus karpet merah di gundukan pasir di Kecamatan Cikande, Kabupaten Serang, pada Selasa (27/7) mulai terungkap.

Polisi memastikan korban dibunuh. Dua orang terduga pelaku juga telah diamankan. Mereka adalah Halimi dan Hadi, warga Walantaka, Kota Serang. Keduanya berprofesi sebagai sopir dan kernet truk pasir.

Kapolres Serang, AKBP Mariyono, mengatakan pengungkapan kasus itu bermula dari keterangan warga dan rekaman CCTV. Petugas mendapatkan informasi ada mobil truk yang menurunkan pasir di TKP.

kumparan post embed

"Setelah kita dapat info ada mayat di tumpukan pasir, kita bawa ke RS untuk diautopsi. Dan ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan. Kita langsung melakukan penyelidikan," kata Mariyono saat ekspose perkara, Rabu (4/8) sore, di Mapolres Serang.

Setelah itu, petugas memeriksa kedua pelaku. Awalnya pelaku sempat mengelak. Karena itu, polisi menunjukkan rekaman CCTV.

"Kita dapatkan gambar CCTV kalau di bagian bak truk tersebut terlihat ada bungkusan karpet berisi mayat. Dan kedua pelaku pun tidak bisa mengelak," imbuhnya.

Peristiwa pembunuhan itu terjadi pada Minggu (25/7) dini hari. Saat itu, kedua pelaku hendak mengambil pasir di Cilegon. Saat mengisi bahan bakar di SPBU Parung, Serang, korban meminta menumpang untuk pulang.

Kapolres Serang, AKBP Mariyono, saat ekspose perkara pembunuhan wanita yang dibungkus karpet. Foto: Dok. Istimewa

Di dalam truk itu, korban duduk di antara sopir dan kernet. Akan tetapi, salah satu pelaku nekat memeluk dan mencium korban. Tak terima dengan perlakuan itu, korban berontak. Hingga akhirnya dibekap pelaku hingga tewas.

"Pembunuhan itu terjadi di dalam mobil, depan Rumah Sakit Sari Asih (Serang) sekitar pukul 02.30 WIB saat mereka akan ngambil pasir di Cilegon," lanjutnya.

Karena panik, pelaku memindahkan jasad korban ke bak truk. Korban dibungkus dengan karpet merah yang ditemukan di tempat sampah. Setelah itu, pelaku tetap melanjutkan perjalanan mengambil pasir ke Cilegon.

"Jadi saat pelaku mengambil pasir di Cilegon, itu mayat sempat ditimbun pasir. Dan pasir itu dibawa ke Kampung Julang, yang jadi TKP penemuan mayat," kata Mariyono.

Hingga kini, polisi masih kesulitan mengidentifikasi identitas korban. Sebab, kondisi korban saat ditemukan telah membusuk, dan tidak ditemukan adanya identitas.

"Korban sampai sekarang masih kita cari, karena tubuhnya sudah busuk. Tapi ciri-cirinya itu hanya di bagian gigi korban itu pakai gigi palsu. Dan KTP korban sempat dibuang oleh pelaku," tukasnya.

Saat ini, kedua pelaku sudah ditahan di ruang tahanan Mapolres. Pelaku dikenakan pasal 338 KUHP dengan ancaman 15 tahun penjara.

embed from external kumparan