Tekan Penyebaran Corona, Arab Saudi Lockdown Makkah, Madinah, dan Riyadh

kumparanNEWSverified-green

comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Jemaah mengenakan masker di Masjidil Haram di kota suci Makkah Arab Saudi. Foto: AFP/ABDEL GHANI BASHIR
zoom-in-whitePerbesar
Jemaah mengenakan masker di Masjidil Haram di kota suci Makkah Arab Saudi. Foto: AFP/ABDEL GHANI BASHIR

Kasus positif virus corona di Arab Saudi telah mencapai 767 pasien. Demi menekan penyebaran corona, Arab Saudi memutuskan lockdown 3 kota, yakni Makkah, Madinah, dan Ibu Kota Riyadh.

Dilansir Saudi Press Agency, keputusan tersebut berdasarkan arahan Raja Salman bin Abdulaziz Al Saud. Sebelumnya, Raja Salman telah meminta agar menerapkan langkah-langkah pencegahan tambahan untuk menekan penyebaran virus corona.

Dengan keputusan itu, setiap orang dilarang masuk atau keluar dari Makkah, Madinah, dan Riyadh mulai Kamis (26/3) waktu setempat. Namun tak dijelaskan sampai kapan ketiga kota itu di-lockdown.

Adapun langkah pencegahan yang telah dilakukan Arab Saudi yakni menerapkan jam malam selama 21 hari mulai Senin (23/3). Apabila sebelumnya jam malam berlaku mulai pukul 19.00 hingga 06.00, kini dipercepat menjadi pukul 15.00 waktu setempat.

Raja Salman dari Arab Saudi Foto: AFP/Fethi Belaid

Raja Salman memerintahkan seluruh otoritas sipil dan militer membantu penegakan jam malam ini. Namu, jam malam tidak berlaku untuk karyawan sektor swasta dan publik yang vital, seperti petugas keamanan, militer, kesehatan, dan media.

Selain itu, Arab Saudi juga telah menangguhkan perjalanan umrah hingga waktu yang belum ditentukan.

Sementara itu, dari 767 kasus positif, dua di antaranya meninggal dunia. Satu pasien merupakan WN Afghanistan, meninggal di sebuah rumah sakit di Madinah. Kematian kedua adalah seorang warga asing berusia 46 tahun di Makkah.

***

kumparanDerma membuka campaign crowdfunding untuk bantu pencegahan penyebaran corona virus. Yuk, bantu donasi sekarang!