Teluk Bone Kaya Tuna Tapi Minim Sarana dan Prasarana

Teluk Bone di Sulawesi Selatan menjadi salah satu area yang kerap disinggahi tuna berukuran raksasa. Alasannya, Teluk Bone merupakan jalur migrasi tuna khususnya tuna sirip kuning (yellow fin) dan tuna mata besar (big eye).
Pada bulan Maret sampai Juni merupakan periode panen ikan tuna. Nelayan bisa mendapatkan ikan tuna lebih banyak dari hari-hari biasa.
Baca juga: Nelayan Bone Butuh Waktu 3 Jam Tangkap Tuna 'Raksasa' Sebesar Manusia
Baca juga: Wujud Ikan Tuna 'Raksasa' Sebesar Manusia yang Ditangkap Nelayan Bone
Namun sayang, potensi Teluk Bone yang kaya dengan tuna masih minim sarana dan prasarana. Misalnya di Kabupaten Luwu, Kelurahan Bonepute, Kecamatan Larompong Selatan, Sulawesi Selatan. Di tempat ini, sarana dan prasarana yang ada hanyalah satu buah Pangkalan Pendaratan Ikan (PPI).

"Di Kabupaten Luwu hanya ada pelabuhan PPI. Industri pengolahan ikan enggak ada padahal potensi ikannya banyak tapi enggak ada fasilitas," keluh nelayan sekaligus Ketua LSM Yayasan Mattirotasi Sudarman kepada kumparan (kumparan.com), Minggu (7/5).
Oleh karena itu, Sudarman meminta perhatian lebih dari Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti. Minimal menurutnya, di Kabupaten Luwu ada fasilitas cold storage dan industri pengolahan ikan. Sehingga ikan yang ditangkap bisa diolah langsung di Kabupaten Luwu.
"Jadi di sini tidak ada cold storage. Jadi ikan yang ditangkap harus cepat disebar karena penanganan yang susah dikontrol," imbuhnya.

Oleh sebab itu, nelayan hanya bisa menjual ikan-ikan yang mereka dapat dengan harga yang cukup murah kepada pengepul. Lalu pengepul mengirimkan ikan tersebut ke Makassar. Sudarman menyebut selain kaya dengan tuna, Teluk Bone juga memiliki ikan jenis lain yang memiliki nilai jual tinggi, misalnya cakalang, tongkol hingga makarel.
Baca juga: Sering Tangkap Ikan Tuna 'Raksasa', Nelayan Bone Semringah
"Kita sebenarnya bisa mendorong ikan yang kita untuk diekspor sendiri. Seharusnya di sini ada industri pengolahan ikan supaya kita jual ikan tidak lagi dalam bentuk mentah tetapi sudah diolah. Jadi ada sisi nilai tambahnya. Kami berharap Bu Susi mau datang ke sini untuk melihat sentra perikanan tuna," jelasnya.
