Tembok GWK Bali yang Tutup Akses Warga Mulai Dibongkar
·waktu baca 1 menit

Tembok Garuda Wisnu Kencana (GWK), terutama yang bersisian dengan Banjar Adat Giri Dharma, Desa Ungasan, Kecamatan Kuta Selatan, Kabupaten Badung, Bali, mulai dibongkar.
Pantauan kumparan, Rabu (1/10), para pekerja mulai menghancurkan tembok-tembok itu dengan palu besar dan gerinda.
Pembongkaran tersebut langsung dilakukan usai manajemen GWK dipanggil Gubernur Bali Wayan Koster pada Selasa malam (30/9).
Persoalan tembok ini mencuat usai viral bahwa warga terpaksa meniti jalan setapak hanya demi bisa keluar-masuk rumah.
Koster berharap warga dan manajemen GWK hidup rukun dan harmonis.
"Pembongkaran harus dimulai agar warga bisa kembali menggunakan jalan yang sejak lama menjadi akses mereka, supaya aktivitas warga kembali normal," kata Koster dalam siaran pers, Rabu (1/10).
"GWK tidak boleh eksklusif, jangan memusuhi warga, melainkan warga harus dijadikan ekosistem yang mendukung keberadaan warga agar aktivitas pariwisata dan citra GWK terjaga dengan baik," lanjutnya.
Tembok itu, menurut Bendesa Adat Ungasan I Wayan Disel yang membaca surat pemberitahuan dari GWK, dibangun demi keamanan terutama saat acara nasional dan internasional digelar.
Persoalannya, ada 5 rumah yang gerbangnya langsung berhadapan dengan tembok sehingga akses keluar-masuk tertutup. Selain itu, 100-an warga terdampak akibat tembok berdiri menghalangi gang-gang jalan.
