Tembok SD di Sleman Roboh, Timpa 10 Warga yang Sedang Senam-Jalan Santai

kumparanNEWSverified-green

ยทwaktu baca 3 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Tembok pagar SD N Minomartani 2, Kapanewon Ngaglik, Kabupaten Sleman roboh menimpa 10 warga Perum Minomartani, Minggu (9/8/2026). Foto: Dok. Polresta Sleman
zoom-in-whitePerbesar
Tembok pagar SD N Minomartani 2, Kapanewon Ngaglik, Kabupaten Sleman roboh menimpa 10 warga Perum Minomartani, Minggu (9/8/2026). Foto: Dok. Polresta Sleman

Tembok pagar SD Negeri Minomartani 2, Kapanewon Ngaglik, Kabupaten Sleman, roboh dan menimpa 10 warga Perum Minomartani yang sedang mengikuti kegiatan senam dan jalan santai, Minggu (9/8).

Kepala Pelaksana BPBD Sleman Bambang Kuntoro mengatakan, warga saat itu tengah berkumpul untuk mengikuti kegiatan menyambut HUT ke-81 Republik Indonesia.

"Kondisi bangunan pagar tembok SDN Mino 2 tiba-tiba roboh sehingga menimpa peserta yang beristirahat di dekat pagar. Panjang pagar kurang lebih 12 meter dan tinggi kurang lebih 1,5 meter," kata Bambang saat dikonfirmasi.

Tembok pagar SD N Minomartani 2, Kapanewon Ngaglik, Kabupaten Sleman roboh menimpa 10 warga Perum Minomartani, Minggu (9/8/2026). Foto: Dok. Polresta Sleman

Menurut Bambang, kegiatan tersebut merupakan agenda warga tingkat RW. Sekitar 170 hingga 200 warga mengikuti kegiatan senam dan olahraga bersama.

"Itu acara kampung acara RW di situ. Acara 17an senam bareng, olahraga bareng gitu. Yang senam banyak 1 RW, 170an sampai 200 (orang). Yang duduk-duduk (di sekitar tembok) banyak karena tempatnya rindang," ujarnya.

Sebanyak 10 korban dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan. Enam korban dibawa ke Rumah Sakit Condongcatur, dua korban ke Rumah Sakit Hermina, dan dua korban lainnya ke Rumah Sakit UAD.

Empat korban yang sebelumnya dirawat di Rumah Sakit Condongcatur, dirujuk ke Rumah Sakit Hermina untuk menjalani CT scan.

Bambang mengatakan, enam ambulans dikerahkan untuk mengevakuasi para korban.

Tembok pagar SD N Minomartani 2, Kapanewon Ngaglik, Kabupaten Sleman roboh menimpa 10 warga Perum Minomartani, Minggu (9/8/2026). Foto: Dok. Polresta Sleman

Polisi Periksa Kondisi Tembok

Kasi Humas Polresta Sleman Iptu Argo Anggoro mengatakan, tembok pagar tersebut roboh sekitar pukul 08.00 WIB.

Sepuluh korban yang mengalami luka-luka masing-masing berinisial ASAF (perempuan), S (perempuan, 64), KM (perempuan, 70), ADS (perempuan, 34), AN (laki-laki, 31), FN (perempuan, 30), SL (perempuan, 40), L (anak-anak), LSAF (laki-laki, 34), serta BRIS (perempuan, 28).

Berdasarkan hasil olah tempat kejadian perkara (TKP), polisi menyebut tembok memiliki tinggi sekitar 1,5 meter dan panjang sekitar 20 meter. Tembok tersebut terbuat dari batako semen dan diduga telah berdiri sejak sekitar 1980.

"Dari hasil olah TKP, tembok yang roboh memiliki tinggi sekitar 1,5 meter dan panjang 20 meter, terbuat dari batako semen, serta diduga telah berdiri sejak sekitar tahun 1980. Petugas menemukan tembok tersebut tidak memiliki pondasi maupun besi cor penyangga yang memadai," kata Argo.

Polisi menyebut tidak ada orang yang sedang beraktivitas atau bersentuhan dengan tembok ketika roboh. Penyebab pasti kejadian masih dalam penyelidikan.

"Saat kejadian, tidak ditemukan adanya orang yang sedang beraktivitas atau bersentuhan dengan tembok. Hingga saat ini, penyebab pasti robohnya tembok masih dalam penyelidikan," ujarnya.

Petugas Polsek Ngaglik telah melakukan olah TKP dan meminta keterangan sejumlah saksi.

Sementara itu, Pemerintah Kabupaten Sleman menyatakan akan menanggung biaya perawatan para korban. Dinas Pendidikan Kabupaten Sleman juga akan membangun kembali pembatas tersebut dengan konstruksi yang lebih kokoh dan aman.