Temuan Baru Kasus Kalideres: Ada Kain Berisi Mantra hingga Kemenyan

30 November 2022 13:07 WIB
·
waktu baca 1 menit
comment
2
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Dirreskrimum Polda Metro Jaya, Kombes Hengki Haryadi di lokasi rumah sekeluarga tewas di Kalideres, Jakarta Barat, Rabu (16/11/2022). Foto: Jonathan Devin/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Dirreskrimum Polda Metro Jaya, Kombes Hengki Haryadi di lokasi rumah sekeluarga tewas di Kalideres, Jakarta Barat, Rabu (16/11/2022). Foto: Jonathan Devin/kumparan
ADVERTISEMENT
sosmed-whatsapp-green
kumparan Hadir di WhatsApp Channel
Follow
Polda Metro Jaya masih terus mengusut kasus tewasnya satu keluarga di Kalideres, Jakarta Barat. Terbaru, polisi mengumumkan adanya temuan berupa mantra, buku agama, dan kemenyan di dalam TKP.
ADVERTISEMENT
Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Kombes Hengki Haryadi, mengungkapkan mantra-mantra tersebut ditemukan di dalam secarik kain di TKP.
"Kami temuan ada mantra, buku agama, dan kemenyan. Di kain, ada beberapa," katanya saat dihubungi wartawan, Rabu (30/11).
Rumah keluarga yang tewas di Kalideres, Jakarta Barat dipasangi plastik, Sabtu (12/11/2022). Foto: Jonathan Devin/kumparan
Hengki tidak menjelaskan lebih rinci terkait isi dari mantra tersebut. Termasuk bagaimana bentuk serta bahasa apa yang digunakan. Dirinya mengatakan hal itu masih sedang diteliti oleh penyidik.
"Lagi kami teliti," ujarnya.
Denah Rumah Keluarga yang Mati di Kalideres. Foto: kumparan
Polri menggunakan semua upaya untuk mengungkap kasus kematian satu keluarga ini. Salah satu hal yang baru, yakni dugaan adanya ritual yang tengah dijalani oleh keluarga ini.
Kombes Hengki mengungkap anggota keluarga yang sedang melakukan ritual tersebut adalah Budyanto Gunawan (68). Yang merupakan adik dari sang kepala keluarga Rudyanto Gunawan (71). Budyanto diduga memiliki pengaruh yang kuat di dalam keluarga tersebut.
ADVERTISEMENT
"Bahwa ada kecenderungan salah satu keluarga yang dominan, yang mengarah kepada almarhum Budiyanto, bahwa yang bersangkutan memiliki sikap positif terhadap aktivitas ritual tertentu," kata Kombes Hengki Haryadi, Selasa (29/11).