Tenda Pria dan Wanita yang Bukan Muhrim di Gunung Rinjani Akan Dipisah

kumparanNEWSverified-green

comment
4
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Matahari terbenam berlatar Gunung Rinjani Foto: Aditia Noviansyah/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Matahari terbenam berlatar Gunung Rinjani Foto: Aditia Noviansyah/kumparan

Peraturan baru tengah digodok untuk para pendaki di Gunung Rinjani, NTB. Rencananya di kawasan gunung itu akan diberlakukan wisata halal.

Maksudnya, area wisata di kawasan Rinjani harus sesuai syariah Islam. Salah satunya yakni pemisahan tenda untuk pria dan wanita yang bukan muhrim.

"Ini baru rencana untuk menyongsong wisata halal," kata Kepala Taman Nasional Gunung Rinjani, Sudiyono, yang dikonfirmasi kumparan, Rabu (19/6).

Sudiyono belum bisa merinci kapan rencana ini akan diwujudkan, pihaknya masih melakukan kajian.

"Masih bertahap, saat ini kita perbaiki tingkat tiketing dan pengelolaan sampah," terang dia.

Namun saat ditanyakan apakah kerap terjadi pergaulan bebas antara pendaki perempuan dan pria saat mendaki di Rinjani karena urusan tenda itu, Sudiyono justru meragukannya.

"Sebetulnya ndak. Orang ke Rinjani itu capek, jadi kemungkinan kecil untuk kegiatan yang macam-macam," tegas dia.

kumparan post embed