Tensi di Timur Tengah Meningkat, AS Akan Kirim Tambahan Kapal dan Jet Tempur

kumparanNEWSverified-green

ยทwaktu baca 3 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Senjata QUICKSINK yang ditembakkan di atas  jet tempur F-15E Strike Eagle.  Foto:  US Air Force/Letnan Satu Lindsey Heflin
zoom-in-whitePerbesar
Senjata QUICKSINK yang ditembakkan di atas jet tempur F-15E Strike Eagle. Foto: US Air Force/Letnan Satu Lindsey Heflin

Pentagon pada Jumat (2/8) mengatakan militer AS akan mengerahkan jet tempur dan kapal perang Angkatan Laut tambahan ke Timur Tengah. Dikutip dari Reuters, Washington berusaha untuk memperkuat pertahanan menyusul ancaman dari Iran dan sekutunya, Hamas dan Hizbullah.

AS bersiap menghadapi Iran yang akan menepati janjinya untuk merespons pembunuhan pemimpin Hamas, Ismail Haniyeh, 2 hari lalu di Teheran. Tewasnya Haniyeh merupakan salah satu rangkaian pembunuhan tokoh senior di kelompok militan Palestina saat perang antara Israel dan Hamas berkecamuk.

Menteri Pertahanan AS Lloyd Austin telah menyetujui pengiriman kapal penjelajah dan kapal penghancur tambahan, yang dapat menembak jatuh rudal balistik, ke Timur Tengah dan Eropa. AS juga mengirim satu skuadron jet tempur tambahan ke Timur Tengah.

"Austin telah memerintahkan penyesuaian postur militer AS yang dirancang untuk meningkatkan perlindungan pasukan, untuk meningkatkan dukungan terhadap pertahanan Israel, dan untuk memastikan AS siap merespons berbagai kemungkinan," kata Pentagon dalam pernyataannya.

Ada spekulasi bahwa Pentagon tidak akan mengganti kelompok kapal penyerang, USS Theodore Roosevelt, di Timur Tengah setelah menyelesaikan penempatannya yang sedang berlangsung. Namun, Austin memutuskan untuk merotasi kelompok penyerang di USS Abraham Lincoln untuk menggantikannya.

Tentara Israel mengangkat peluncur rudal Arrow ke posisi kanan atas selama tur untuk koresponden asing di pangkalan angkatan udara Palmahim di selatan Tel Aviv Foto: SVEN NACKSTRAND / AFP

Pernyataan Pentagon juga menambahkan bahwa mereka akan meningkatkan kesiapan untuk mengerahkan lebih banyak pertahanan rudal balistik berbasis darat.

Militer AS juga mengintensifkan penempatan sebelum 13 April, ketika Iran melancarkan serangan di wilayah Israel menggunakan drone dan rudal. Namun, ancaman dari Hizbullah di Libanon dapat menghadirkan tantangan unuk untuk usaha apa pun yang dilakukan AS untuk mencegah drone dan rudal, mengingat persenjataan kelompok itu luas dan kedekatannya dengan Israel.

Saat itu, Israel sukses melumpuhkan hampir semua sekitar 300 drone dan rudal dengan bantuan AS dan sekutu lainnya.

Gedung Putih mengatakan, Presiden AS Joe Biden dalam sambungan telepon dengan Perdana Menteri Israel Benyamin Netanyahu pada Kamis (1/8) mendiskusikan penempatan baru pertahanan militer AS untuk mendukung Israel melawan ancaman seperti rudal dan drone.

Iran dan Hamas menuduh Israel melakukan pembunuhan terhadap pemimpin masing-masing dan bersumpah untuk balas dendam. Israel mengeklaim tidak bertanggung jawab atas kematian kedua tokoh itu atau membantahnya.

kumparan post embed

Kematian Haniyeh merupakan salah satu dari serangkaian pembunuhan tokoh Hamas ketika perang di Gaza memasuki bulan ke-11 dan kekhawatiran muncul bahwa konflik menyebar ke seluruh Timur Tengah.

Sebelumnya, juru bicara Pentagon Sabrina Singh mengatakan AS tidak percaya eskalasi akan terjadi.

"Saya rasa sikap kami tegas dalam pesan kami bahwa tentu saja kami tidak ingin melihat ketegangan yang meningkat dan kami percaya ada jalan keluar di sini dan itu adalah kesepakatan gencatan senjata," kata Singh.

Delegasi Israel akan berkunjung ke Kairo dalam beberapa hari ke depan untuk negosiasi guna mencapai kesepakatan gencatan senjata di Gaza dan pembebasan sandera.