Tentara Israel Bunuh Diri Lagi, Total 7 Orang di Bulan Juli

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Pasukan Pertahanan Israel (IDF) selama operasi darat di lokasi yang disebut sebagai Gaza, pada Rabu (1/11/2023). Foto: Israel Defense Forces/via REUTERS
zoom-in-whitePerbesar
Pasukan Pertahanan Israel (IDF) selama operasi darat di lokasi yang disebut sebagai Gaza, pada Rabu (1/11/2023). Foto: Israel Defense Forces/via REUTERS

Seorang tentara Israel yang pernah bertugas di Jalur Gaza memilih mengakhiri hidupnya sendiri pada Rabu, 30 Juli 2025. Dengan adanya kasus terbaru ini, maka total 7 tentara negara Zionis bunuh diri selama bulan Juli.

Tentara ke-7 yang bunuh diri bernama Roi Wasserstein, 24 tahun. Dia merupakan tentara cadangan yang pernah bertugas lebih 300 hari di Jalur Gaza.

Mengutip Anadolu bersumber dari media lokal Israel, Jumat (1/8), Roi menyaksikan “adegan-adegan mengerikan” selama perang di Gaza.

Dikatakan, Roi Wasserstein yang bertugas di unit evakuasi medis Brigade Lapis Baja ke-401, mengakhiri hidupnya setelah berulang kali berbagi kengerian dan pengalaman menyakitkan yang dialaminya di Jalur Gaza dengan keluarga dan teman-temannya. Dia menyelesaikan tugas kemiliteran terakhirnya pada akhir Mei 2025.

Sejumlah warga menangis saat prosesi pemakaman Direktur Rumah Sakit Indonesia, Dr. Marwan al-Sultan bersama istri dan anaknya yang tewas akibat serangan Israel di rumah sakit Al-Syifa, Gaza, Rabu (2/7/2025). Foto: Mahmoud Issa/REUTERS

Radio Angkatan Darat Israel yang menyiarkan kabar itu mengatakan militer (IDF) tidak akan mengakui Wasserstein sebagai prajurit yang gugur, karena dia tidak secara resmi bertugas pada saat kematiannya.

Status seperti ini akan mempengaruhi hak-hak Wasserstein, misalnya pemakamannya akan dilakukan seperti warga sipil biasa, tidak secara militer.

kumparan post embed

Keputusan itu menuai kemarahan dari pihak keluarga. Media Ynet mengutip pernyataan kerabat yang menuduh pihak militer dan Kementerian Pertahanan "melepaskan tanggung jawab" atas kematian Wasserstein.

Atas kondisi ini, pihak IDF akan mengkaji peraturan yang ada.

Wajib Militer dan Tentara Cadangan di Israel

Tank Israel kembali ke sisi perbatasan Israel dengan Jalur Gaza, setelah menghabiskan berbulan-bulan di wilayah Palestina pada Minggu (28/1/2024). Foto: Menahem Kahana / AFP

Israel menerapkan wajib militer bagi sebagian warga negaranya yang telah berusia 18 tahun, pria dan wanita. Setelah mengikuti wajib militer minimal 2 tahun, mereka menjadi tentara cadangan.

Berdasarkan aturan umum, kewajiban menjadi tentara cadangan di Israel adalah paling lama sebulan setiap tahun.

Namun, durasi ini bisa bervariasi dan diperpanjang, terutama dalam situasi perang atau keadaan darurat. Contohnya, selama perang Gaza, banyak tentara cadangan yang bertugas lebih lama dari biasanya. Beberapa di antaranya bahkan bertugas selama berbulan-bulan secara berturut-turut.

Nyaris 50 Tentara Bunuh Diri

Media Israel lainnya, Haaretz,mengatakan bahwa hampir 50 tentara telah melakukan bunuh diri sejak pecahnya perang Gaza pada 7 Oktober 2023. Mayoritas di antaranya tentara cadangan. Penyebab bunuh diri terkait dengan kesehatan mental setelah berdinas di medan tempur.

Sementara itu, menurut data resmi yang dirilis IDF, 898 tentara Israel tewas dan 6.134 terluka sejak awal perang di Gaza pada Oktober 2023. IDF menghadapi tuduhan di dalam negeri karena diduga menyembunyikan kerugian yang lebih tinggi.

Seorang ibu menunjukkan anaknya berusia 2 tahun yang mengalami gizi buruk, berpose di rumah keluarganya di kamp pengungsi Shati, Kota Gaza, Rabu (23/7/2025). Foto: Jehad Alshrafi/AP Photo

Tentara Israel telah melancarkan serangan brutal di Gaza sejak 7 Oktober 2023, menewaskan lebih dari 60.200 warga Palestina.

Pemboman tanpa henti telah menghancurkan Gaza yang selama ini diblokade Israel dari berbagai penjuru sehingga bagaikan penjara terbesar di dunia. Israel juga sengaja menciptakan kelaparan di Jalur Gaza dengan melarang bantuan kemanusiaan masuk.