Tentara Israel Tembak Mati Remaja Palestina di Tengah Kericuhan

kumparanNEWSverified-green

comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ibu dari remaja Palestina Zaid Qaisia, yang terbunuh dalam serangan Israel menangis ketika dia melihat tubuh anaknya. Foto:  REUTERS/Mussa Qawasma
zoom-in-whitePerbesar
Ibu dari remaja Palestina Zaid Qaisia, yang terbunuh dalam serangan Israel menangis ketika dia melihat tubuh anaknya. Foto: REUTERS/Mussa Qawasma

Tentara Israel dilaporkan menembak mati seorang remaja Palestina di tengah kericuhan yang di Tepi Barat.

Kementerian Kesehatan menyatakan Zaid Fadl Qaisia, 15 tahun, ditembak di kepalanya oleh tentara Israel dalam kericuhan yang pecah di kamp pengungsi di al-Fawar, Provinsi Hebron pada Selasa (13/5). Sementara, empat pemuda lainnya juga mengalami luka tembak meski nyawa mereka dapat diselamatkan.

Korban sempat dibawa ke rumah sakit tetapi nyawanya tak tertolong. Pemakamannya tampak dihadiri ribuan warga Palestina. Dalam perjalanan ke pemakaman, para pelayat meneriakkan slogan menentang pendudukan Israel di Tepi Barat.

embed from external kumparan

Penduduk al-Fawar yang merupakan tetangga korban, Abdelfattah Najjar, mengatakan puluhan tentara Israel menyerbu kamp pengungsi untuk menangkap sejumlah remaja.

“Sejumlah tentara berada di atap rumah penduduk, dan korban ada di atap rumahnya menyaksikan peristiwa itu ketika akhirnya dia tertembak,” ujar Najjar seperti dikutip Al Jazeera, Rabu (14/3).

Menurut Najjar, kedatangan tentara Israel ke wilayah pemukimannya tersebut hendak menangkap remaja 16 tahun Anas al-Halqawi karena dituduh menghina tentara Israel di Facebook. Padahal, lanjut Najjar, remaja tersebut memiliki kelainan mental.

Pelayat membawa jenazah remaja Palestina Zaid Qaisia, yang terbunuh dalam serangan Israel. Foto: REUTERS/Mussa Qawasma

“Dia (Anas) tidak sekolah dan sering menghabiskan waktunya dengan meledek tentara Israel yang bertugas di kamp al-Fawar. Kami tidak habis pikir mereka (tentara Israel) ingin menangkap seorang anak hanya gara-gara hal tersebut,” kata Najjar.

Otoritas tentara Israel menyatakan pihaknya memasuki kamp pengungsi untuk menangkap warga Palestina. Akan tetapi, mereka diadang oleh sejumlah orang yang akhirnya menyebabkan kericuhan hingga terdengar suara tembakan yang menyebabkan sejumlah tentara luka ringan.

“Tentara kami meresponsnya dengan tindakan pembubaran massa dan melepaskan tembakan. Kami telah mengetahui adanya korban jiwa dan luka dari warga Palestina,” bunyi pernyataan resmi itu.

Ibu dari remaja Palestina Zaid Qaisia, yang terbunuh dalam serangan Israel menangis ketika dia melihat tubuh anaknya. Foto: REUTERS/Mussa Qawasma

Kendati demikian, keterangan berbeda dikatakan saksi mata yang melihat tentara Israel menembakkan peluru tajam dan karet serta melemparkan gas air mata. Sementara, warga Palestina hanya menggunakan batu untuk melawan mereka.

Kericuhan ini pecah hanya sehari setelah tentara Israel tewas usai ditimpuk batu oleh pemuda Palestina di Tepi Barat.

(Simak panduan lengkap corona di Pusat Informasi Corona)

***

Yuk! bantu donasi atasi dampak corona.