Terawan: 70 Perawat RS Mitra Keluarga Depok Kok Dirumahkan? Cukup Pakai Masker

kumparanNEWSverified-green

comment
9
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Kondisi terkini Rumah Sakit Mitra Keluarga Depok.  Foto: Aprilandika Pratama/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Kondisi terkini Rumah Sakit Mitra Keluarga Depok. Foto: Aprilandika Pratama/kumparan

Menteri Kesehatan Letjen (Purn) Terawan Agus Putranto menyayangkan kebijakan terkait 70 tenaga medis RS Mitra Keluarga Depok yang akan dirumahkan. Menurutnya, kebijakan itu berlebihan karena para tenaga medis itu tidak terinfeksi virus corona.

"Kok dirumahkan? Sebenarnya kan enggak ada masalah. Istilah dirumahkan, kayak diisolasi rumah. Kan dia cukup pakai masker ya, berangkat lagi ke kantor, enggak ada masalah. Kan saya tadi bilang, yang sakit atau merasa sakit atau terduga sakit, itu baru yang pakai masker," kata Terawan di RS Mitra Keluarga Depok, Senin (2/3).

Dokter Terawan menilai seharusnya 70 tenaga medis itu tidak dirumahkan disingkirkan, mereka pun bahkan dinilai masih dapat menjalankan tugas mereka sebagai tenaga medis di RS Mitra Keluarga.

"Jadi begini, itu namanya orang dalam pengawasan. Tidak perlu jadi public enemy. Ndak ada masalah. Kerja saja seperti biasa," ucap Terawan.

Menteri Kesehatan (Menkes) RI Terawan Agus Putranto. Foto: Irfan Adi Saputra/kumparan

Mantan Kepala RSPAD itu menilai kebijakan dirumahkan malah dapat berdampak pada kesehatan para petugas medis. Sebab tekanan psikologi akan mempengaruhi ketahanan tubuh.

"Jadi bukan berarti dirumahkan. Dirumahkan piye? Nanti stres badannya, imunitasnya turun, nanti sakit. Tetap saja berjalan seperti biasa, cuma dia pakai masker. Cuci tangan, hidup bersih, sehat. Setelah dua mingguan ya dilepas saja maskernya," kata Terawan.

Sebelumnya, Wali Kota Depok Mohammad Idris menyampaikan sekitar 70 tenaga medis RS Mitra Keluarga Depok yang sempat berinteraksi dengan dua pasien positif virus corona akan dirumahkan. Berdasarkan keterangan yang diterima Idris, beberapa perawat mengeluhkan ikut menunjukkan gejala.

Sekretaris Daerah Kota Depok, Hardiono, mengungkapkan dirumahkannya perawat-perawat ini wajib dilakukan agar tidak ada penyebaran ke orang-orang di sekitar mereka.

kumparan post embed