Terawan Pastikan Tak Ada Virus Corona di BRI 2

kumparanNEWSverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto, Selasa (2/1). Foto: Ulfa Rahayu/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto, Selasa (2/1). Foto: Ulfa Rahayu/kumparan

Menkes dokter Terawan Agus Putranto menginspeksi Gedung BRI 2, Jalan Sudirman, Bendungan Hilir, Jakarta Selatan, Kamis (23/1). Terawan memastikan, tidak ada virus corona di gedung tersebut, seperti yang diisukan sebelumnya,

"Silakan operasional (jalan) lagi, enggak apa-apa ya. Jangan-jangan memang ingin libur. Jadi supaya enggak terganggu, sudah ya, sudah tak (saya) buktikan enggak ada (virus corona)," kata Terawan di lokasi, Kamis (23/1).

"Ndak (ada virus corona). Kalau pun virus, ya virus ISPA, infeksi saluran pernapasan. Terus kalau ini terjadi betul, itu mampu nahan maskermu? Itu hanya buat hiasan noh," tegas Terawan sambil menunjuk para wartawan yang memakai masker.

Menkes Terawan di Gedung BRI 2, Kamis (23/1). Foto: Abyan Faisal Putratama/kumparan

Saat mendatangi gedung tersebut, Terawan memang tidak mengenakan masker. Padahal, sejumlah pegawai di Gedung BRI 2 langsung mengenakan masker begitu mendengar ada pegawai Huawei Tech yang diduga terkena virus corona.

Namun, ternyata, setelah diperiksa, karyawan tersebut hanya terkena radang tenggorokan.

"Kalau aku takut, kan berarti aku sudah punya data. Kalau aku sudah begini (datang tanpa masker), berarti santai saja. Kalau benar (ada virus corona), ya masa aku berani," ucap Terawan santai.

Virus corona yang tengah menggegerkan dunia merupakan salah satu bagian dari keluarga besar virus yang menyebabkan berbagai penyakit. Mulai dari flu biasa, hingga penyakit yang lebih parah seperti Middle East Respiratory Syndrome (MERS) hingga Severe Avute Respiratory Syndrome (SARS).

Namun, sebelumnya virus corona model CoV ini belum pernah teridentifikasi menjangkit manusia. Virus ini pertama kali ditemukan di Kota Wuhan, China, di akhir 2019 dan menyebar di sejumlah negara tujuan turis asal China seperti Thailand, Taiwan, AS, Korsel, hingga Jepang.

kumparan post embed

Biasanya, orang yang terkena virus ini akan mengalami gejala mirip dengan flu, seperti demam dan batuk. Namun diikuti dengan gejala pernapasan seperti sesak napas.

Berbagai negara, termasuk Indonesia, telah melakukan tindakan pencegahan wabah. Salah satunya dengan memasang pemindai panas atau thermal scanner di bandara-bandara pintu masuk negara.

Para ahli Organisasi Kesehatan Dunia, WHO, telah menggelar rapat darurat di Jenewa pada Rabu. Rencananya mereka akan mengumumkan apakah wabah virus corona Wuhan ini akan dinyatakan sebagai darurat kesehatan global.