LIPSUS Satelit Kemhan- Ilustrasi satelit

Terbelit ‘Utang’ karena Proyek Satelit (3)

24 Januari 2022 9:43
·
waktu baca 13 menit
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
Berakhirnya operasi satelit Garuda-1 di orbit 123 BT pada 2015 meresahkan Indonesia. Garuda-1 merupakan satelit komunikasi mobile yang diluncurkan di Kazakhstan tahun 2000, dan mengemban durasi misi selama 15 tahun.
Ia dioperasikan Asia Celluler Satelite yang berbasis di Jakarta dan digunakan Indonesia—melalui Pasifik Satelit Nusantara—bersama-sama dengan Lockheed Martin Global Telecommunication AS, Phillipine Long Distance Telephone Company, dan Jasmine International Overseas Company Ltd asal Thailand.
2015 adalah tahun terakhir misi Garuda-1. Ia keluar dari orbit 123, dan membuat slot orbit tersebut kosong. Kekosongan ini tak bisa dibiarkan terlalu lama. Berdasarkan regulasi International Telecommunication Union, agensi khusus PBB yang mengatur telekomunikasi internasional, slot orbit harus diisi negara pengelola dalam waktu tiga tahun. Jika tidak, penggunaan orbit diserahkan ke negara lain.
Lanjut membaca konten eksklusif ini dengan berlangganan
Keuntungan berlangganan kumparanplus
check
Ribuan konten eksklusif dari kreator terbaik
check
Bebas iklan mengganggu
check
Berlangganan ke newsletters kumparanplus
check
Gratis akses ke event spesial kumparan
Kendala berlangganan hubungi [email protected] atau whatsapp +6281295655814
Konten Premium kumparanplus
Niat mengamankan orbit 123 BT untuk pertahanan RI jadi berantakan. Proyek satelit Kemhan berujung gugatan arbitrase. Indonesia harus membayar Rp 800 miliar. Apa yang terjadi? Di mana indikasi korupsi muncul dan siapa di pusarannya? Klik di bawah.
Sedang memuat...0 Konten
Sedang memuat...0 Konten
Sedang memuat...0 Konten
Sedang memuat...0 Konten
Sedang memuat...0 Konten