Teroris yang Beraksi di Tol Pejagan Pakai Pistol Polisi Hasil Rampasan

Tim Gabungan Densus 88 Antiteror dan Ditreskrimum Polda Jabar meringkus enam orang yang diduga terlibat dalam penyerangan polisi di Brebes dan Cirebon. Keenam pelaku yang merupakan anggota Jamaah Ansharut Daulah (JAD) Cirebon itu telah merencanakan aksi penyerangan kepada polisi. Diduga aksi tersebut dilatarbelakangi dendam.
Direktur Ditreskrimum Polda Jabar Kombes Pol Umar Surya Fana menyebutkan, penembak polisi lalu lintas di Jalan Tol Pejagan bernama Rajendra dan Ica. Rajendra sebelumnya telah menyerang anggota polisi di Kota Cirebon. Dari penyerangan pada 20 Agustus 2018, Rajendra merampas senjata milik Brigadir Angga.
“Rajendra yang merebut senpi Angga. Namun, diduga tidak punya mental untuk mengeksekusi korban dengan senpi,” ujar Umar melalui pesan singkat, Senin (3/8).
Selang empat hari setelah menyerang Angga, 24 Agustus 2018, Rajendra kembali beraksi bersama Ica. Mereka menyerang Aiptu Dodon dan Aiptu Widi yang sedang berjaga di Tol Pejagan.
“Di TKP jalan tol, Rajendra terkena dua tembakan yang dilepaskan oleh almarhum Ipda Dodon di tubuhnya sementara Ica kena satu tembakan. Ica adalah yang melakukan penembakan terhadap dua anggota PJR dengan menggunakan senjata rampasan milik Angga yang diserahkan Rajendra ke Ica,” ujar Umar.
Umar menyebutkan, pola penyerangan dari kelompok ini sangat identik. Dari dua tempat kejadian perkara, ada kemiripan pada luka yang korban. Aksi tersebut, ia katakan, sudah direncanakan sebagai bentuk balas dendam kepda polisi yang menangkap salah satu dari anggota mereka.
“Rajendra adalah pelaku yang menganiaya Brigadir Angga anggota Sabhara Ciko. Luka yang ditinggalkan ke korban Angga sangat identik dengan luka anggota Polsek Bulakamba Brebes yaitu di punggung tangan sebelah kanan. Alat yang dipakai konsisten," jelas Umar.
Kasus ini telah diproses oleh Mabes Polri. Dari keenam pelaku yang ditangkap, polisi menembak mati Rajendra dan Ica karena dianggap melawan saat dibekuk. Kini empat pelaku lainnya yang berinisial S, C, MU, dan G telah dibawa ke Mabes Polri untuk diperiksa.
