kumparan
11 November 2019 12:49

Tersangka Atap SD Roboh di Pasuruan Tak Punya Keahlian Konstruksi

Tersangka SDN Gentong (PTR)
Tersangka insiden atap ambruk SDN Gentong, Kota Pasuruan, Sabtu (9/11). Foto: Yuana Fatwallah/kumparan
Polda Jawa Timur telah melakukan gelar perkara dalam kasus robohnya atap SDN Gentong, Kota Pasuruan, Jawa Timur. Hasil gelar perkara, polisi menetapkan dua orang kontraktor proyek berinisial DM dan S sebagai tersangka.
ADVERTISEMENT
Dirreskrimum Polda Jatim Kombes Gidion Arif Setyawan menyebut para tersangka tidak memiliki kompetensi dan keahlian dalam pembangunan gedung. DM lulusan sekolah menengah atas (SMA) dan S tamatan sekolah menengah pertama (SMP).
“Jadi dia bukan background teknik. Jadi sangat sedikit pengetahuannya,” ucap Gidion di Polda Jatim, Surabaya, Senin (11/11).
SDN Gentong
Rilis Polisi tersangka insiden atap ambruk SDN Gentong, Kota Pasuruan, Sabtu (9/11). Foto: Yuana Fatwallaj/kumparan
Gidion menyebut, kedua tersangka berasal dari kontraktor yang berbeda, yakni CV ADL dan CV DHL. Mereka diduga telah menyalahi aturan pembangunan proyek. Keduanya telah mengurangi konstruksi bangunan SDN Gentong, Pasuruan, yang dibangun pada 2012 itu.
Para tersangka tidak memperhitungkan kekuatan konstruksi bangunan. Diduga pembangunan gedung sekolah tersebut dibuat secara asal-asalan sehingga menyebabkan robohnya atap SDN Gentong, Pasuruan.
“Dia tidak pernah menghitung kekuatan beton dari hammer. Dia pikir betonnya kuat,” jelasnya.
ADVERTISEMENT
Sementara itu, tersangka S mengaku tidak memperhitungkan kekuatan konstruksi bangunan saat pengurangan dilakukan. Ia menuturkan tidak ada pikiran untuk mempertimbangkan dampak dari perbuatannya itu.
“Enggak ada pikiran ke sana,” ungkap S.
Lebih jauh, S mengatakan ini merupakan kali pertama dirinya melakukan pengurangan bahan bangunan. Namun, ia enggan menjelaskan alasan mengurangi bahan tersebut.
“Ada, saya ada pekerjaan lain sebelum ini. Enggak, enggak (ada pengurangan),” pungkasnya.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan