Terungkapnya DC Pinjol yang Kerjai Damkar Semarang
ยทwaktu baca 3 menit

Damkar Semarang dikerjai oleh oknum debt collector (DC) pinjaman online (pinjol) yang membuat laporan kebakaran palsu beberapa waktu lalu. Kini oknum tersebut muncul ke publik dan meminta maaf.
Dalam video yang diterima kumparan dari kepolisian, oknum DC pinjol itu berinisial BS alias Bone. Ia mengakui perbuatannya telah membuat laporan palsu ke Damkar Semarang.
BS beralasan membuat laporan palsu itu karena terbawa emosi terkait utang salah satu warga berinisial N yang tak kunjung dibayar.
"Saya Bonefenturasoea, saya mau klarifikasi terkait dengan video yang beredar di media sosial bahwasanya betul saya yang melakukan hal tersebut. Dengan melakukan pelaporan palsu ke instansi Damkar Semarang, saya melakukan hal ini karena terbawa emosi terkait utang piutang pribadi dengan Bapak Ngadi. Saya sangat menyesal atas apa yang saya perbuat, yang mana itu sangat merugikan pihak Damkar Kota Semarang dan Bapak Ngadi," kata BS dalam video yang diterima kumparan.
"Dengan ini saya meminta maaf sebesar-besarnya kepada Bapak Ngadi Bakti dan Tim Damkar Semarang serta Pak Ngadi. Saya menyesali apa yang saya perbuat. Saya siap menerima konsekuensinya. Saya berjanji tak akan mengulangi," lanjutnya.
Oknum DC Dihukum
Bone juga mendatangi langsung kantor Dinas Pemadam Kebakaran Kota Semarang untuk meminta maaf dan menyampaikan klarifikasi.
Bone tiba sekitar pukul 16.30 WIB. Ia didampingi keluarga dan perwakilan perusahaan yang menaunginya. Selain itu, hadir pula Ngadi, penjual nasi goreng sekaligus nasabah yang ia teror.
Mereka kemudian menggelar mediasi bersama Sekretaris Damkar Semarang Ade Bhakti dan beberapa pejabat lainnya. Usai memberikan pernyataan dan permintaan maaf, Bone 'dihukum' cosplay jadi petugas Damkar.
Bone dibantu mengenakan baju pemadam yang terkenal berat. Setelah berpakaian lengkap menggunakan helm hingga tabung oksigen, ia lalu diminta menyemprotkan selang air. Ia juga diminta untuk melipat selang hingga rapi.
Bone yang terlihat kelelahan itu dibantu oleh beberapa petugas dengan ramah.
Usai melaksanakan sesi 'hukuman' tersebut, Bone mengakui tugas Damkar sangat berat. Ia pun menyesali perbuatannya.
"Iya berat, berat sekali (tugas Damkar). Saya menyesal," ucap Bone, Sabtu (25/4).
Ia pun meminta rekan-rekan DC lainnya untuk berhenti menggunakan cara-cara penagihan yang melibatkan instansi lain, apalagi yang berkaitan dengan layanan publik.
Kelanjutan Proses Hukum
Damkar Semarang masih mempertimbangkan apakah laporan kepolisian akan dicabut usai Bone meminta maaf dan datang langsung ke kantor Dinas Damkar Kota Semarang untuk klarifikasi. Pihak Damkar akan menggelar rapat untuk mengambil keputusan.
"Kami akan segera melaporkan ke pimpinan. Nanti tindak lanjutnya seperti apa? Apakah kita cabut atau tetap kita lanjutkan dengan laporan baru, karena kemarin yang dilaporkan nomor HP-nya," ujar Sekretaris Damkar Semarang Ade Bhakti, Sabtu (25/4).
"Ini institusi yang tidak bisa dipermainkan. Mempermainkan layanan darurat itu jelas hukumannya 1 tahun 6 bulan penjara," lanjut Ade.
Ia berharap peristiwa semacam ini tidak terulang lagi. Ia meminta para DC pinjol tidak melibatkan instansi lain dalam pekerjaan mereka.
Meski begitu, pihaknya tetap menghargai kedatangan Bone ke markasnya. Ia juga sempat menyindir mengapa Bone baru hari ini berani menghadap.
"Dari hari pertama sebenarnya teman-teman sudah bertanya. Enggak seperti itu caranya. Teman-teman enggak terima itu. Nah, malam hari saya minta Pak Tantri, sudah teman-teman diredam dulu. Karena kalau Damkar itu sekarang ada apa-apa, masyarakat semuanya pasti akan bergerak. Sampai mencari, banyak yang melaporkan pencarian," kata Ade.
